11 Agustus 2015

Mengenal Sekilas Sejarah Paskibraka

Bulan Agustus bagi bangsa Indonesia merupakan bulan yang istimewa. Pasalnya di bulan Agustus-lah, perayaan peringatan Hari Kemerdekaan digelar. Ada banyak fenomena unik yang menyertai perayaan peringatan Hari Kemerdekaan RI ini, di antaranya maraknya pemasangan atribut merah putih di tempat-tempat umum seperti kantor, pasar, mall, dan sebagainya. Selain itu kita juga banyak menjumpai aneka kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ini, mulai dari berbagai lomba, sampai latihan persiapan upacara peringatan kemerdekaan.

Nah, salah satu hal yang juga lekat dengan perayaan Hari Kemerdekaan adalah Paskibraka, kependekan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Paskibraka mempunyai tugas utama yaitu mengibarkan tiruan bendera pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan di tiga tingkat/tempat, yaitu di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Para anggota Paskibraka berasal dari pelajar kelas 1 dan 2 SMA/sederajat. Sedangkan seleksi anggota Paskibraka umumnya dilaksanakan di bulan April setiap tahunnya.

Sejarah
Ide berdirinya Paskibraka muncul sekitar tahun 1946. Pada saat ibu kota negara dipindahkan ke Yogyakarta. Kala itu Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, yaitu Mayor Laut Husein Mutahar untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Dari situlah kemudian Mayor Husein mempunyai gagasan bahwa alangkah baiknya bila pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda sebagai generasi penerus bangsa nantinya. Namun saat itu, karena keterbatasan, Mayor Husein Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah yang kebetulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak saat itu sampai dengan tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.
Paskibraka 2014. (Foto: sumitremade.wordpress.com)
Ketika ibu kota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mayor Husein tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka di Istana Merdeka, namun ditangani oleh rumah tangga kepresidenan sampai tahun 1966. Dan selama periode tersebut para pengibar bendera diseleksi dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Tahun 1967, Presiden Soekarno kembali mengutus Mayor Husein untuk menangani pengibaran bendera pusaka. Dengan konsep dasar awal tahun 1946, Mayor Husein kemudian menyempurnakan formasi pengibar bendera menjadi 3 kelompok, yaitu Pasukan 17 sebagai pengiring/pemandu; Pasukan 8 sebagai pembawa bendera (pasukan inti); dan Pasukan 45 sebagai pengawal. Nama Paskibraka sendiri baru digunakan pada tahun 1973 berkat ide dari Idik Sulaeman, adik didik dari Mayor Husein.

Itulah sepenggal sejarah terbentuknya Paskibraka, semoga memberikan wawasan dan dirgahayu Indonesiaku!

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini