07 November 2014

Lima Pohon Peneduh Berbunga Indah di Kota Solo

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar berimbas pada meningkatnya tingkat polusi udara. Pun begitu di kota tempat saya tinggal, Solo. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang melintas turut pula meningkatkan tingkat polusi udara di kota Solo, sehingga mau tak mau perlu ada upaya untuk mengurangi polusi dengan berbagai cara.

Salah satu usaha untuk mengurangi polusi udara tersebut adalah dengan menanam tanaman hijau atau pepohonan di sisi jalan untuk menyerap gas buang dari kendaraan bermotor yang melintas. Di antara pepohonan yang ditanam di tepi jalan tersebut tak jarang di antaranya memiliki bunga-bunga yang sangat indah, sehingga selain berfungsi sebagai peneduh dan penyerap gas buang dari kendaraan bermotor, bunga-bunga indah yang muncul dari pohon tersebut juga berfungsi sebagai penghias jalur hijau di sisi-sisi jalan di kota Solo. Dan berikut adalah 5 jenis tanaman yang memilki bunga indah yang bisa kita temukan di sisi-sisi jalan di kota Solo.

Flamboyan (Delonix regia)
Flamboyan termasuk suku Fabaceae atau polong-polongan dan berasal dari jenis Delonix regia. Jenis pohon peneduh ini berasal dari Madagaskar dan pertama kali dikoleksi pada tahun 1824 dan dibawa untuk ditanam di Inggris sebelum tahun 1840. Selain sebagai pohon peneduh jalan, kayu dari pohon ini sangat baik untuk keperluan bahan kayu papan. Bila dilarutkan dalam air, getahnya dapat berubah fungsi menjadi lem. Bunganya juga dapat dipakai untuk bahan pewarna, sedangkan air rendaman kulitnya dapat digunakan untuk obat penurun demam. Di kota Solo, pohon flamboyan dapat Anda temui di beberapa ruas jalan seperti di Jl. Tentara Pelajar tepatnya di sebelah barat shelter pedagang tanaman Pedaringan, di Jl. Ahmad Yani tepatnya di sebelah timur perempatan Giri Mulyo, serta di sisi barat Jl. Dr. Supomo (sekitar kantor penerbit Tiga Serangkai).
Bunga flamboyan. (Foto: flickr.com)
Bungur (Lagerstroemia)
Bungur sekilas mirip bunga Sakura di Jepang. Bungur merupakan jenis perdu yang banyak ditanam di tepi-tepi jalan sebagai peneduh maupun sebagai penghias jalan. Bunganya berwarna merah muda, dan ada pula yang berwarna ungu. Perbanyakan anakannya berasal dari biji yang muncul setelah proses pembungaan. Selain itu perbanyakan dapat juga dilakukan dengan cara cangkok. Di kota Solo pohon bungur bisa Anda temukan di Jl. Slamet Riyadi tepatnya di depan MAN 1 Solo dan di Jl. Dr. Supomo tepatnya di sebelah selatan kantor penerbit Tiga Serangkai.
Bunga bungur. (Foto: triwahyuni-christiani.blogspot.com)
Tebebuia Kuning (Tabebuia chrysotricha)
Tabebuia kuning merupakan salah satu pohon yang banyak digunakan orang sebagai elemen untuk mempercantik taman. Tabebuia awalnya banyak berkembang di Meksiko, Amerika Latin, dan sekitarnya. Tabebuia juga disebut terompet tree dan masuk ke dalam keluarga Bignoniaceae. Di kota Solo tabebuia kuning banyak ditanam di taman di kompleks Manahan.
Bunga tabebuia kuning. (Foto: widyasemangatbaru03.wordpress.com)
Angsana (Pterocarpus indicus)
Angsana mudah sekali kita jumpai di jalan-jalan di kota Solo. Angsana atau yang biasa disebut sonokembang ini dikenal sebagai tanaman penghasil kayu dengan kualitas yang sangat baik. Bunganya berwarna kuning dan mekar setiap tahun di bulan-bulan Oktober – November. Di kota Solo, angsana banyak terdapat di banyak ruas jalan seperti di Jl. Ahmad Yani (depan terminal Tirtonadi) serta di kompleks kampus UNS, Kentingan.
Bunga angsana. (Foto: nparks.gov.sg)
Dadap Merah (Erythrina cristagali)
Pohon dadap merah merupakan jenis pohon pelindung berbunga yang banyak digunakan untuk mempercantik taman. Pertumbuhan batangnya tidak lurus, akan tetapi bengkok-bengkok. Tumbuhan ini biasanya ditanam di sisi jalan sebagai peneduh. Bunganya berwarna merah menyala, tumbuh dalam tandan yang panjang (20-40 cm). Di negara tropis seperti Indonesia, pada musim kemarau daun-daunnya akan gugur seluruhnya. Dadap merah akan tumbuh lebar bunganya saat musim kemarau. Di kota Solo, Anda bisa menemui dadap merah di antaranya di Jl. Cipto Mangunkusumo (Apotek Kencana ke selatan).
Bunga dadap merah. (Foto: taman.ideaonline.co.id)
Itulah lima pohon peneduh jalan di kota Solo yang memiliki bunga cukup indah. Semoga bermanfaat.

Referensi: tamanraja.wordpress.com, id.wikipedia.org, asbindo.org

3 komentar:

  1. Yang di UNS lagi berguguran ya? Kalo di Sastra, yang kuingat bunganya kuning dan merah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya sih di awal-awal musim hujan gini.

      Hapus
  2. Senang rasanya tabebuia masuk dalam lima pohon peneduh, selain peneduh juga berbunga indah.

    Anyway, saya juga mau share artikel mengenai tabebuia, siapa tau ada teman-teman yang lagi cari-cari infomasi tanaman ini, sangat bermanfaat loh :D

    http://citragrandcity.com/tabebuia-sakura-ala-indonesia-untuk-penghijauan-lingkungan/

    BalasHapus

Komentar Terkini