20 Oktober 2014

Stasiun Pasarnguter, Romantisme yang Terlupa

Minggu (19/10) kemarin, saya sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung ke sebuah stasiun kecil yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal saya di Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yaitu Stasiun Pasarnguter yang terletak sekitar 100 meter dari Pasar Jamu Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Papan nama Pasarnguter. (Foto: Dok. pribadi.)
Tak banyak orang yang tahu mengenai keberadaan stasiun ini karena memang Pasarnguter bukanlah stasiun besar dan hanya memiliki 2 jalur. Stasiun Pasarnguter masuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta dan saat ini sudah tidak beroperasi lagi. Sampai beberapa tahun yang lalu, satu-satunya kereta api yang berhenti di stasiun ini adalah kereta feeder Wonogiri jurusan Purwosari – Wonogiri. Seiring dengan tidak beroperasinya lagi kereta feeder tersebut, maka berhenti pula operasional stasiun ini.
Pasarnguter dengan 2 jalur. (Foto: Dok. pribadi.)
Tuas-tuas untuk memindahkan jalur kereta. (Foto: Dok. pribadi.)
Saat menginjakkan kaki pertama kali di stasiun ini, kesan pertama yang saya tangkap adalah rapi, bersih, dan tertata. Mungkin karena saat ini sudah tidak beroperasi lagi, hal itulah yang kemudian membuat PT. KAI lebih mudah untuk melakukan perawatan. Saat berada di stasiun ini kemarin siang, saya sempat membayangkan romantisme suasana masa lalu sewaktu kereta feeder Wonogiri masih beroperasi. Seperti kita ketahui, kereta feeder Wonogiri sewaktu masih beroperasi, kebanyakan penumpangnya adalah para pedagang dan petani dari Wonogiri dan Sukoharjo yang ingin menjual hasil bumi ke kota Solo. Jadi bisa dibayangkann bagaimana suasana Stasiun Pasarnguter saat itu.
Bangunan utama Stasiun Pasarngute. (Foto: Dok. pribadi.)
Papan nama di ruang tunggu stasiun. (Foto: Dok. pribadi.)
Papan nama dari arah Wonogiri. (Foto: Dok. pribadi.)
Stasiun Pasarnguter sendiri terletak di jalur Purwosari – Wonogiri yang menghubungkan wilayah Solo hingga Baturetno di Wonogiri. Jalur ini dibangun Belanda pada tahun 1922. Pada masa itu masyarakat menggunakan kereta api untuk menjual hasil bumi dan makanan ke kota Solo.

Saat tulisan ini saya tulis, sudah ada wacana untuk menghidupkan kembali jalur Solo – Wonogiri ini. Dan beberapa revitalisasi pun sudah dilakukan, salah satunya yaitu merenovasi kembali jembatan-jembatan kereta api di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Semoga saja segera cepat terealisasi agar Stasiun Pasarnguter kembali bergeliat, menjadi saksi mobilitas masyarakat sekitar bermobilisasi dengan kereta api. Semoga.

Referensi: Wikipedia, Fan Page Kota Solo

2 komentar:

  1. mas, caranya bisa ngambil gambar yang dalam ruangan itu bagaimana?
    minta ijinnya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, itu saya jepret dari kaca nako paling atas yang terbuka.

      Hapus

Komentar Terkini