03 Oktober 2014

Selamat Jalan, Kawan

Kemarin malam, alangkah terkejutnya saya sepulang kerja ketika melihat salah satu peliharaan saya mati di dalam sangkarnya. Seekor burung cucak jawa (trucukan) yang telah saya pelihara selama kurang lebih 6 tahun belakangan, mati mengenaskan bersimbah darah di peraduannya. Kaget dan sukar dipercaya saat saya mendapati kejadian tersebut. Namun, saya berusaha tegar dan ikhlas. Setelah saya periksa, ternyata ada lubang besar pada jari-jari sangkarnya. Dan seekor tikus langsung saya jadikan sebagai tersangka.
Burung cucak jawa/trucukan. (Foto: ronggolawe.info)
Ya, tikus memang akhir-akhir ini banyak berkeliaran di bagian belakang rumah saya, dekat dengan dapur. Saya memang belum sempat menempatkan sangkarnya pada tempat yang seharusnya, yaitu digantung. Saya masih menggantungnya di dinding dengan sebelah sisi sangkar yang menempel di dinding. Rupanya celah inilah yang dimanfaatkan oleh si tikus untuk mengincarnya.

Malam itu juga saya kuburkan jasadnya di halaman belakang rumah, semoga cepoat terurai dan menyatu dengan alam kembali. Hikmahnya, bagi teman-teman yang hobi memelihara peliharaan, perhatikan baik-baik faktor keselamatan hewan peliharaan Anda, terutama bagi Anda yang terlalu sibuk bekerja, tolong dipikirkan lagi segala sesuatunya.

Akhirnya, selamat jalan Kawan, terima kasih untuk moment-moment indah selama ini.

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini