06 Oktober 2014

Museum Sangiran, Kekayaan Pengetahuan yang Tersembunyi

Sangiran, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan warga Solo dan sekitarnya. Nama ini identik dengan sebuah objek wisata berupa museum purbakala yang ada di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, yaitu sekitar 17 km ke arah utara kota Solo.

Nama Sangiran sendiri mengacu pada nama situs fosil purbakala yang ada di kawasan tersebut yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO (No. 593, dokumen WHC-96/Conf. 201/21). Menurut penduduk setempat nama sangiran berasal dari kata sangir, yaitu nama sejenis batu yang banyak ditemukan di kawasan tersebut.
Pintu masuk kawasan museum Sangiran. (Foto: Dok. pribadi)
Untuk mencapai kawasan museum Sangiran, tidaklah susah. Dari kota Solo Anda hanya tinggal menyusuri jalan Solo – Purwodadi ke arah utara. Baru kemudian mengambil jalur ke timur mengikuti papan penunjuk jalan yang terpasang cukup jelas. Akses jalan menuju museum Sangiran pun sudah terbilang bagus. Dari Solo Anda bisa mencapai kawasan tersebut menggunakan mobil pribadi maupun kendaraan bermotor.

Museum Sangiran terletak di tengah lembah dan pedesaan yang agak tersembunyi dan jauh dari hingar bingar keramaian kota, namun siapa sangka, bahwa museum ini menyimpan koleksi purbakala yang luar biasa. Di museum ini Anda dapat melihat sekitar 13.809 koleksi fosil manusia purba yang juga merupakan koleksi terlengkap di Asia. Tak hanya itu, Anda juga akan disuguhi dengan wujud menawan fosil-fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, bebatuan, fosil tumbuhan laut, peralatan manusia purba, dan beberapa jenis hewan lain seperti badak, banteng, rusa, dan kerbau. Tersedia juga ruang audio visual untuk menyaksikan fosil tinggalan kehidupan masa prasejarah di situs Sangiran. Museum Sangiran saat ini telah menjadi sebuah museum yang megah dan modern. Di sini Anda akan dapat melihat dari dekat koleksi fosil manusia purba, binatang yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya.
Patung kepala manusia purba di halaman museum. (Foto: Dok. pribadi)
Museum Sangiran buka setiap hari Selasa s/d Minggu dari jam 08.00 - 16.00 WIB. Harga tiket terbilang murah, yaitu Rp5.000,- untuk wisatawan domestik dan  Rp11.500,- untuk wisatawan asing. Bila Anda dan rombongan ingin menyaksikan film tentang dunia prasejarah (Sangiran Movie), Anda dan dan rombongan cukup membayar Rp60.000,- per rombongan.

Sebagai sebuah objek wisata, sarana dan prasarana pendukung memang sudah cukup memadai. Area parkir yang cukup luas, deretan kios yang menjual souvenir khas Sangiran, kantin yang menjajakan aneka makanan dan jajanan, musala, toilet, dan sebagainya. Hanya saja yang disayangkan, di tempat ini belum ditemukan sebuah ATM centre. ATM centre menurut saya cukup penting, sebab layanan publik satu ini berkaitan langsung dengan kebutuhan mendesak para wisatawan di tempat tersebut. Contohnya saya, saat berkunjung ke museum Sangiran, timbul sebuah niatan untuk memberli beberapa souvenir khas Sangiran, namun berhubung saya tidak membawa cukup uang cash, maka saya urungkan niat untuk berbelanja. Dan pasti akan lain cerita bila di tempat tersebut terdapat mesin ATM.
Deretan kios menjajakan souvenir khas Sangiran. (Foto: Dok. pribadi)
Itulah sedikit ulasan mengenai museum Sangiran, sebuah kakayaan pengetahuan yang tersembunyi. Dengan harapan, pengelolaan dan menejemen yang lebih baik mampu mengangkat lebih tinggi nama museum ini, demi kemajuan ilmu pengetahuan.

Referensi: id.wikipedia.org, indonesia.travel

4 komentar:

  1. beberapa kali numpang lewat kalo pas ke solo...
    semoga suatu saat bisa mampir kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mampir saja Mas, akan banyak pengetahuan baru terserap ... :)

      Hapus
  2. petunjuk jauh dekat (yang pake kilometer) di sepanjang jalannya masih ngaco nggak?
    soalnya cuma beda beberapa ratus meter aja, petunjuknya udah beda. ada yang masih 8 km lagi, ada yang 5 km :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya malah tidak merhatiin kilometernya. Mungkin bisa juga ada perbedaan antara rambur2 yang lama dg yg baru.

      Hapus

Komentar Terkini