11 Oktober 2014

Kreteg Lawas Nguter, Sukoharjo

Kreteg berarti jembatan, sedangkan lawas berarti lama. Itulah nama yang dipakai penduduk sekitar untuk menyebut sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo, di perbatasan Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri, tepatnya di wilayah Nguter di Sukoharjo dan Selogiri di Wonogiri, atau sekitar 100 meter dari Pasar Nguter, Sukoharjo.

Jembatan ini disebut jembatan lama, sebab antara Sukoharjo dan Wonogiri dihubungkan oleh dua jembatan yang sama-sama melintang di atas Sungai Bengawan Solo. Jembatan yang dibangun lebih akhir (lebih baru) terletak di Jalan Raya Solo – Wonogiri tepatnya sekitar 200 meter sebelum gapura Selamat Datang Wonogiri dari arah Sukoharjo. Jembatan inilah yang sehari-hari dilewati oleh truk, bus, maupun kendaran lain dari Sukoharjo ke Wonogiri atau sebaliknya. Sedangkan jembatan yang dibangun lebih dulu adalah kreteg lawas ini, dan itulah alasan pemberian namanya.
Tiang penyangga jembatan yang masih terlihat kokoh. (Foto: suaramerdeka.com/Bambang Pur)
Kreteg lawas memang tidak begitu lebar dan hanya bisa dilewati oleh sebuah mobil dengan lebar yang standar. Meski begitu, setiap hari kreteg ini ramai dilalui oleh pemakai jalan pengguna kendaraan bermotor dan mobil ukuran sedang. Pilihan menggunakan kreteg lawas ini disebabkan letaknya yang berada di jalan pintas jalur Sukoharjo – Wonogiri. Bila memilih untuk melewati jembatan yang baru, pengguna jalan memerlukan waktu tempuh dan jarak yang lebih panjang.

Belum ada informasi pasti yang saya dapat kapan kreteg lawas ini dibangun, hanya saja menurut kesaksian salah satu penduduk sekitar, kreteg ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan di dasar sungai di bawah jembatan tersebut terdapat dua buah tank Belanda yang konon pernah tercebur saat berusaha melintasi jembatan.

Di era kini, kreteg lawas masih cukup kokoh. Tiang-tiang penyangga yang pernah menjadi saksi perjuangan Tentara Republik Indonesia (TRI) di era kemerdekaan dulu, kini masih juga terlihat kekar. Memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas di atasnya.

Referensi: suaramerdeka.com

2 komentar:

  1. Menarik, baru tahu kalau jembatan keretanya ciamik kaya gini setelah sebelumnya dengar dari teman saja hehehe... Kalau nggak salah ada Stasiun Nguter di Sukoharjo juga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yg di gambar bukan jembatan kereta, tetapi jembatan yang memang tidak terlalu lebar. Hanya bisa dilalui oleh satu mobil, itulah yg dinamakan jembatan lawas.

      Kalau untuk Stasiun Nguter memang ada, saya sendiri pun belum sempat berkunjunhg ke sana, jadi belum bisa tau pasti bagaimana kondisi sekarang. :)

      Hapus

Komentar Terkini