10 September 2014

Tentang Hashtag #KotaSolo

Belakangan ini, di kalangan para netizen yang peduli dengan dunia pariwisata kota Solo, sedang populer sebuah hashtag yang mewakili segala sesuatu tentang Solo, yaitu #KotaSolo. Hashtag adalah kata-kata dan frasa yang diawali dengan tanda pagar (#), dengan beberapa kata yang disambung. Sebagai contoh: #SepakBola adalah olahraga favoritku. Dengan menggunakan simbol hash (#) di depan kata sepak bola, orang-orang dapat dengan otomatis mencari istilah sepak bola tersebut, karena kata-kata yang diberi label (#) ini akan muncul di mesin pencari.

Penggunaan hashtag, pertama kali populer di dunia Twitter, yaitu tepatnya tanggal 23 Agustus 2007, di mana Chris Messina (pemilik akun @factoryjoe) menulis tweet yang menyarankan menggunakan tanda tersebut, “How do you feel about using # (pound) for group. As in #barcamp?”

Pada 1 Juni 2009, Twitter memberlakukan hyperlink pada semua kata yang menggunakan tanda #, dan kemudian menjadikannya sebagai fitur resmi. Maka, lahirlah hashtag. Kemudian disusul dengan Google pada September 2012 dan Facebook pada Juni 2013 yang memperkenalkan hashtag ke dalam jaringan sosialnya. 
(Foto: Bagas Dwiantoro Instagram)
Dengan begitu mudahnya kita membuat hashtag ini, maka begitu mudah pula kita menelusuri tentang topik yang sedang banyak dibicarakan di media sosial. Hahstag #KotaSolo sendiri belakangan ini sudah mulai digunakan oleh para netizen Solo. Banyak di antara mereka yang sudah mulai menggunakannya di setiap status media sosial mereka, seperti Twitter, Facebook, Path, Instagram, dan sebagainya. Fenomena ini dirasa semakin merebak pasca dipasangnya papan nama Jl. Pakoe Boewono di kawasan Gladag, Solo. Di mana di papan nama tersebut tertulis nama jalan Pakoe Boewono dengan huruf Jawa dan Latin, serta tak ketinggalan hashtag #KotaSolo yang akhir-akhir ini sedang menjadi tren di kalangan netizen Solo. Dan sepertinya, inilah papan nama jalan pertama di Indonesia yang menyisipkan hashtag dan kode QR. Unik kan? 

Referensi: marketing.co.id

2 komentar:

Komentar Terkini