28 Juni 2014

Selamat Datang, Anakku

Lega, itulah gambaran suasana hati saya sesaat setelah mendengar tangisan kelahiran putra pertama saya dari balik ruang bersalin. Bagaimana tidak, sejak istri saya mulai cuti untuk persiapan persalinan yang diperkirakan jatuh pada tanggal 24 Juni 2014, perlahan namun pasti, berbagai perasaan muncul dalam hati saya. Rasa khawatir, cemas, dan takut campur aduk menjadi satu di hati dan pikiran saya. Maklum ini adalah momentum saya dan istri menantikan kelahiran buah hati untuk kali pertama.

Puncak Kecemasan
Senin (23/06) pagi, kontraksi dengan frekuensi yang rapat sudah dirasakan oleh istri saya. Namun setelah menghubungi pihak rumah bersalin tak jauh dari tempat tingal saya, bidan menyarankan untuk tetap di rumah sambil menunggu sampai nyeri kontraksi tersebut benar-benar sudah tidak bisa ditahan.

Malam harinya, rasa nyeri yang dirasakan oleh istri saya pun semakin menjadi, dan akhirnya pukul 22.00 WIB, saya membawanya ke rumah bersalin tak jauh dari tempat tinggal saya. Sesampai di rumah bersalin, menurut pemeriksaan, istri saya telah mengalami pembukaan 2, sehingga ia kemudian dibawa ke ruang bersalin sambil menunggu pembukaan-pembukaan selanjutnya. Di ruang bersalin tersebut, dengan mencoba untuk tetap tenang dan menenangkan istri saya yang terus-menerus kesakitan, saya pun menunguinya hampir sekitar 3 jam. Jam 01.00 WIB tanggal 24 Juni 2014, proses persalinan normal pun mulai diupayakan oleh bidan dan perawat, sampai tepatnya jam 01.50 WIB, lahirlah putra pertama saya dengan berat badan 2.6 kg dan panjang 48 cm.
Erlangga sesaat setelah dilahirkan. (Foto: Arie Kurniawan)
Perasaan saat kali pertama melihat wajahnya adalah perasaan tak percaya bahwa itu adalah putra saya. Tubuhnya mungil, kulitnya putih, dan matanya terus berkedip-kedip seperti mata alien, dan itulah hal yang saya ingat lekat-lekat di momentum tersebut.

Muhammad Erlangga Kurniawan
Muhammad Erlangga Kurniawan, itulah nama yang telah saya dan istri persiapkan sebelumnya. Ya, sejak dokter meng-USG dan memberitahukan perkiraan jenis kelamin janin yang dikandung istri saya saat itu, saya dan istri mulai mencari dan memikirkan nama yang tepat untuknya. Akhirnya saya dan istri sepakat memberikan nama Muhammad Erlangga Kurniawan.
Erlangga umur 2 hari. (Foto: Arie Kurniawan)
Nama Muhammad yang dipilih sebagai nama depan adalah bentuk doa, keteladanan, dan identitas kami sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW. Nama muhammad sendiri artinya adalah yang terpuji/dirahmati.

Sebagai nama tengah, istri saya memberikan nama Erlangga yang berasal dari kata Airlangga, yaitu nama pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah antara tahun 1009 - 1042 dengan gelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Kata airlangga sendiri berarti air yang melompat atau ada yang mengartikannya sebagai laki-laki yang setia. Hal ini berbanding lurus dengan sifat-sifat Raja Airlangga yang menurut cerita sejarah dikenal sebagai pribadi yang taat beragama, tangkas menggunakan senjata dan berbudi luhur, gagah perkasa, namun tetap rendah hati, hormat pada orang tuanya dan kepada guru-gurunya.

Nama Kurniawan di bagian akhir nama putra saya adalah nama belakang saya, pemberian langsung dari ayah saya sewaktu saya lahir. Nama Kurniawan sekaligus menjadi identitas bagi keluarga kecil saya. Kurniawan sendiri mempunyai makna kecintaan dan kebahagiaan. Ya benar, KEBAHAGIAAN.

"Saat seorang pria melihat istrinya berjuang keras dalam kesakitan melahirkan sang bayi, kemudian melihat bayinya yang lahir dengan sehat dan selamat, maka ia memiliki dua kebanggaan sekaligus saat itu juga, yaitu Istri dan anaknya yang sama-sama hebat."

5 komentar:

  1. Selamat atas kelahiran putranya ya mas.
    Semoga sang putra menjad anak yang shaleh dan berguna bagi agama, bangsa dan negara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak Om .... Sesuai saran Anda, anak saya tidak memakai nama dengan awalan huruf A

      Hapus
  2. waaa... alhamdulillah. selamat yah. semoga menjadi anak saleh dan berbakti pada orang tuanya. aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, terima kasih atas doanya. Amin amin.

      Hapus

Komentar Terkini