12 Mei 2014

"The Sorcerer And The White Snake" (Sebuah Review)

Legenda percintaan Tiongkok Kuno memang selalu asik untuk diikuti, baik itu dalam bentuk novel, serial televisi, maupun film. Seperti yang saya lakukan Sabtu (10/5) malam kemarin, saat salah satu stasiun televisi swasta tanah air menayangkan sebuah film bertemakan mitos seputar Legenda Ular Putih, The Sorcerer And The White Snake yang dibintangi oleh Jet Li, Eva Huang, Raymond Lam, Charlene Choi, Wen Zhang, dan Vivian Shu.
The Sorcerer And The White Snake. (Foto: gustokongbaboyironman3.blogspot.com)
Seperti kita ketahui, kisah legenda ular putih dalam mitologi Tiongkok adalah kisah yang cukup populer sehingga banyak serial televisi, novel, maupun film yang mengadaptasi kisah ini. Kisah ini pun memiliki banyak versi yang akhirnya turut memperkaya kisah ini.

The Sorcerer and the White Snake berkisah tentang seorang siluman ular putih bernama Xu Xu (Eva Huang) yang jatuh cinta pada seorang tukang obat miskin bernama Xu Xian (Raymond Lam). Mereka bertemu saat Xu Xian dan teman-temannya sedang mencari tanaman obat di hutan. Saat itu siluman ular hijau bernama Qing Qing (Charlene Choi) muncul dan membuat Xu Xian kaget dan jatuh ke sungai. Xu Xu yang merubah wujudnya menjadi seorang gadis yang cantik lalu menolong Xu Xian yang membuat keduanya jatuh cinta.
Xu Xu, siluman ular putih. (Foto: indyweek.com)
Sementara itu, permasalahan datang lewat munculnya seorang biarawan yang juga seorang pembasmi siluman dari kuil Jinshan bernama Fa Hai (Jet Li). Fa Hai adalah seorang pembasmi siluman yang handal. Banyak siluman yang sudah ia tangkap dan dikurungnya. Bagi dia, dunia manusia dan siluman berbeda, sehingga tak layak menusia memiliki hubungan dengan siluman. Awalnya Fa Hai juga berniat melumpuhkan Xu Xu, namun berkat kebaikannya memberikan unsur siluman pada obat-obatan buatan Xu Xian untuk menyelematakan warga, maka Fa Hai memberikan kesempatan bebas untuk Xu Xu.
Salah satu scene dalam The Sorcerer And The White Snake. (Foto: drunkensword.wordpress.com)
Meski memiliki alur cerita yang bisa ditebak oleh kebanyakan orang yang mengenal mitologinya, sutradara Tony Ching mengemas film ini dalam kemasan yang luar biasa. Kisah asmara antara Xu Xu dan Xi Xian yang mendalam cukup mampu menguras emosi pemirsanya. Selain itu penggunaan CGI (Computer Generated Imagery) membuat film ini layak duadu dengan film-film buatan Hollywood. Detail kota kuno dan pemandangan indah Tiongkok masa lalu menjadi nilai lebih untuk film ini. Silakan Anda mencoba menontonnya!

Referensi: Wikipedia, 21cineplex.com

2 komentar:

  1. kebetulan kemarin juga nonton film ini. dan memang efeknya keren.

    btw matur nuwun mas. lewat postingan ini saya jadi ngerti nama pemain siluman ularnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. O... si Eva Huang alias Huang Shengyi, dia juga main di Kung Fu Hustle juga kok...Hehe

      Hapus

Komentar Terkini