31 Mei 2014

"Bedhidhing"

Mungkin ada di antara Anda yang masih asing dengan istilah bedhidhing. Namun, bagi Anda yang berasal dari Jawa (tengah dan timur) pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut, minimal pernah mendengarnya.

Bedhidhing merupakan istilah bahasa Jawa untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok, khususnya di awal musim kemarau seperti akhir-akhir ini yang saya rasakan (barangkali juga Anda). Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat. Perubahan suhu yang demikian terjadi selama 3 - 4 bulan dan terjadi pada pertengahan tahun, antara bulan Juni sampai Agustus.
Kemarau. (Foto: tommysimatupang.blogspot.com)
Bagi orang-orang Jawa zaman dulu yang kebanyakan petani, musim bedhidhing seperti ini merupakan saat yang baik untuk menanam palawija seperti kedelai, nila, dan kapas. Selain itu adalah saat yang tepat untuk menggarap ladang untuk ditanami jagung.

Bedhidhing terjadi karena pada bulan-bulan terjadinya (antara Juni - Agustus), posisi matahari berada pada posisi terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa sehingga menyebabkan belahan bumi sebelah utara menjadi panas dan belahan bumi sebelah selatan menjadi dingin. Letak pulau Jawa yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa menyebabkan suhu di pulau Jawa menjadi lebih dingin daripada biasanya. Angin musim dingin dari Australia pun turut memiliki peran dalam menjadikan pulau Jawa menjadi lebih dingin dari biasanya.

Referensi: Wikipedia

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini