24 April 2014

Selamat Datang Kemarau

Hujan sudah mulai jarang turun belakangan ini. Langit yang di hari-hari kemarin biasa berselimut mendung, kini seakan sirna digantikan warna biru dan awan putih yang berarak. Angin pun sesekali bertiup sedikit kencang menyapa dedaunan yang beberapa sudah terlihat menguning. Inilah pancaroba.

Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah beriklim muson, yaitu antara musim penghujan dan musim kemarau. Menurut pranata mangsa yang dikenal di Pulau Jawa, yaitu semacam penanggalan yang dikaitkan dengan kegiatan usaha pertanian, pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau disebut mangsa marèng (biasa terjadi pada bulan Maret dan April), sedangkan pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan disebut mangsa labuh (biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember). Dan saat ini adalah mangsa marèng.

Salah satu ciri yang menandai datangnya mangsa marèng ini adalah munculnya binatang tonggeret (jawa: garengpung) yang mengeluarkan suara khasnya untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Karena di mangsa inilah tenggoret melangsungkan perkawinan.
Seekor tonggeret. (Foto: unejbloggingcontest.blogspot.com)
Tonggeret adalah sebutan untuk segala jenis serangga anggota subordo Cicadomorpha, dari ordo Hemiptera. Serangga ini dikenal dengan suaranya yang nyaring di pepohonan dan berlangsung lama. Tonggeret mempunyai suara tinggi yang khas untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Selain keunikannya tersebut, menurut sumber yang saya baca, ternyata seekor tonggeret harus menunggu selama 8 – 17 tahun agar dapat mengeluarkan bunyi nyaring khas tersebut. Sebelum menjadi tonggeret dewasa, ia harus menunggu di dalam cangkang telur dan terkubur sebagai nymphia untuk waktu yang cukup lama.

Setelah 8 - 17 tahun terkubur, barulah tonggeret jantan akan keluar dari tanah dan mulai mengeluarkan suara khasnya untuk menarik perhatian tonggeret betina yang akan kawin dengannya. Benar-benar siklus makhluk hidup yang menakjubkan.

Itulah sedikit ulasan mengenai peralihan musim yang terjadi saat ini. Akhirnya saya ucapkan, selamat menyambut musim kemarau, jaga selalu kesehatan Anda, dan tetap semangat!

Referensi: id.wikipedia.org, devitantowi.blogspot.com

2 komentar:

  1. koq di pwd malah hampir tiap hari hujan ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di sini pun kadang juga masih gerimis kok, tapi tidak merata. Yah, barangkali global warming telah membuat 'pranata mangsa' sedikit bergeser. :)

      Hapus

Komentar Terkini