30 April 2014

Memelihara Kumbang Tanduk

Bagi Anda yang tinggal di pedesaan, di mana masih banyak terdapat pepohonan/perkebunan, barangkali pernah melihat seekor kumbang bertanduk yang nyasar di bawah lampu rumah kita. Kumbang bertanduk atau biasa disebut kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia. Hewan ini aktif di malam hari dan lebih suka bersembunyi di siang hari untuk menghindari pemangsa.

Kumbang tanduk diklasifikasikan ke dalam ordo Coleoptera, famili Scarabidae dan subfamili Dynastinae. Nama Latin untuk kumbang tanduk adalah Oryctes rhinoceros. Kumbang tanduk berkembang biak dengan bertelur dan kemudian menetas menjadi larva. Selanjutnya larva akan menjadi kepompong dan kumbang dewasa.
Jewel Rhinoceros Beetle. (Foto: wesleyfleeming.com)
Di zaman yang semakin maju dan simpel ini, kumbang bertanduk ternyata telah berhasil memikat banyak orang untuk mencoba memeliharanya. Bentuknya yang unik dan pemeliharaannya yang tidak ribet, membuat kumbang tanduk menjadi salah satu hewan peliharaan favorit belakangan ini. Bila Anda mulai tertarik menekuni hobi unik ini, berikut adalah prinsip dasar yang harus Anda pegang dalam memelihara kumbang tanduk tersebut.
  1. Sediakan terarium, insektarium, atau akuarium ukuran 10 x 20 cm untuk kumbang berukuran di bawah 9 cm (lucanidae) dan ukuran 20 x 30 cm untuk kumbang dynaste.
  2. Untuk media alas cukup sediakan serbuk kayu, humus, atau daun kering sebagai alas si kumbang.
  3. Berikan kayu log atau ranting pohon untuk si kumbang bermain.
  4. Untuk pakan sediakan jelly cup, buah-buahan, dan tebu (untuk buah dan tebu 2 hari sekali harus diganti).
  5. Jangan pernah menyatukan 2 pejantan dalam 1 wadah atau kandang.
  6. Jangan pernah memberikan air minum kepada si kumbang. Air sedikit saja akan membuat si kumbang mati. 
 Referensi: dari berbagai sumber.

2 komentar:

  1. Jika ingin memelihara larva kumbang silakan ke link ini
    Sumber:youtube
    youtu.be/QpHYNhjiyBQ

    BalasHapus

Komentar Terkini