25 April 2014

Membedakan Perempatan Nonongan, Pasar Pon, dan Ngapeman Solo

Bagi Anda warga kota Solo, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama simpang empat (perempatan) yang ada di Jl. Slamet Riyadi, kota Solo. Nama-nama tersebut di antaranya simpang empat Gladag, Nonongan, Pasar Pon, Ngapeman, Gendengan, dan Purwosari. Namun, masih banyak pula di antara warga Solo yang sampai saat ini masih mengalami kerancuan untuk membedakan antara persimpangan-persimpangan tersebut, terutama untuk membedakan antara simpang empat Nonongan, Pasar Pon, dan Ngapeman. 

Simpang empat Nonongan, Pasar Pon, dan Ngapeman Solo, letaknya memang saling berdekatan dan berurutan. Jadi, barangkali itulah yang membuat ketiga simpang empat tersebut agak susah dibedakan. Dan untuk mengenal lebih jauh mengenai ketiga simpang empat tersebut, berikut saya berikan sedikit ulasannya. 
Yang pertama adalah simpang empat Nonongan yang terletak di sebelah barat bundaran Gladak, Solo. Simpang empat Nonongan adalah persimpangan antara Jl. Slamet Riyadi dengan Jl. Yos Sudarso. Seperti kita ketahui, Jl. Yos Sudarso adalah jalan dua arah yang menghubungkan antara kota Solo dengan kawasan Solo Baru (Sukoharjo). Jadi, di persimpangan inilah para pemakai jalan harus berbelok ke selatan bila ingin meneruskan perjalanan ke Sukoharjo/Wonogiri.
Yang kedua adalah simpang empat Pasar Pon yang terletak di sebelah barat simpang empat Nonongan, yaitu persimpangan antara Jl. Slamet Riyadi, Jl. Gatot Subroto, dan Jl. Diponegoro, Solo. Simpang empat Pasar Pon juga disebut Ngarsopuro, sebab di kawasan ini, tepatnya di Jl. Diponegoro, setiap akhir pekan digelar sebuah pasar malam yang dikenal dengan Night Market Ngarsopuro. Dulu di kawasan ini terdapat Pasar Pon, yaitu pasar yang hanya ramai saat hari pasaran Pon.
Simpang empat Pasar Pon di tahun 90-an. (Foto: macammacamsaja.blogspot.com)
Dan yang ketiga adalah simpang empat Ngapeman, yaitu persimpangan antara Jl. Slamet Riyadi, Jl. Honggowongso, dan Jl. Gajah Mada. Salah satu yang menjadi ciri simpang empat ini adalah di sebelah barat laut terdapat hotel Novotel Solo. Tempat di mana saat ini hotel Novotel Solo berdiri dulunya adalah pasar Ngapeman yang banyak menjual kue apem dan juga menjadi pasar sepeda bekas.
Simpang empat Ngapeman dengan hotel Novotel-nya. (Foto: Shaggy Solo)
Itulah sedikit ulasan mengenai simpang empat Nonongan, Pasar Pon, dan Ngapeman di kota Solo. Dengan harapan, semoga tulisan tersebut mampu memberikan pemahaman yang lebih, sehingga kerancuan-kerancuan kecil mengenai penyebutan nama-nama simpang tersebut dapat dihindari. Solo Semangat!

2 komentar:

  1. menarik!
    anak dan remaja Solo kekinian pasti banyak yang tidak bisa membedakan. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip... Tulisan ini pun lahir dikarenakan penulis juga sering salah dalam menyebut ketiga prapatan itu. :)

      Hapus

Komentar Terkini