01 April 2014

Edupark UMS, Oase Hijau di Tengah Kota

Bila Anda melintas dari kota Solo menuju arah barat via Jl. Adi Sucipto, kurang dari 1 kilometer setelah Anda melewati Gapura Makutha, Anda akan menjumpai sebuah taman di kiri jalan dengan tulisan EDUPARK UMS. Dan itulah sebuah ruang hijau milik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang baru-baru ini dibuka untuk umum.
Gerbang depan Edupark UMS. (Foto: krjogja.com)
Edupark UMS adalah sebuah ruang terbuka hijau yang difungsikan sebagai tempat pelestarian sekaligus sebagai tempat belajar bagi para mahasiswa UMS. Hal ini seperti yang diungkapkan Rektor UMS, Prof. Dr. Bambang Setiaji, “Edupark dibangun untuk memberi kesadaran pada mahasiswa, supaya mempunyai kesadaran konservasi terhadap lingkungan, partisipasi dalam kegiatan go green, serta pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia,” ungkap dia.
Salah satu sudut Edupark UMS. (Foto: eldesimedis.blogspot.com)
Edupark yang dibangun di atas tanah seluas 6 hektare dan mulai dibangun pada tahun 2009 hingga 2011 tersebut memiliki beberapa keunikan. Selain sebagai sarana kegiatan penghijauan dan pembelajaran para mahasiswa UMS, edupark juga sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat umum. Di tempat ini, Anda bisa melakukan jalan kaki ataupun jogging setiap pagi atau sore hari. Di kawasan ini juga terdapat space labirin yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengasah daya navigasi pada anak-anak.
Hijau menyegarkan. (Foto: eldesimedis.blogspot.com)
Selain beberapa sarana tersebut, edupark UMS juga dilengkali dengan fasilitas lain, di antaranya taman bermain, lapangan sepak bola, trotoar untuk bersepeda, bangku-bangku taman, serta toilet. Bahkan rencananya, di tempat tersebut juga akan dibangun kantin dan toko tanaman hias.

Koleksi tanaman di edupark ini pun juga unik. Ada beberapa jenis tanaman langka yang didatangkan langsung dari Kabupaten Kutai Barat. Sedikitnya ada 100 jenis tanaman asal Kutai Barat. Hal ini tak lain bertujuan untuk melestarikan keberadaan flora endemik Indonesia yang semakin langka.

Referensi: geografi.ums.ac.id, pikiran-rakyat.com

2 komentar:

  1. Nuwun sewu mas, mau sedikit mengoreksi. Gaharu, Cendana dan Matoa bukan tanaman dari kutai barat. mereka dari indonesia timur mas. sebenarnya agak menyayangkan sih kenapa Edupark tidak mempublish tanaman endemik jawa yang tidak banyak orang tahu. hehe. jangan-jangan nanti kasusnya sama kayak di jogja. waktu saya tanya "di jalan ini pohon timohonya ada di mana ya dek?" kemudian dijawab "Oh, Timoho itu nama pohon ya mas." itu menggelikan. hehehe. nuwun.

    //dhristhadyumna.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. :)

      Terima kasih atas koreksinya, biar nanti saya sesuaikan. Iya, benar juga, di sisi lain masih banyak tanaman endemik Jawa yang kita (warga Jawa) sendiri kurang begitu kenal. Ya barangkali UMS punya alasan tersendiri.

      Btw, salam kenal ... keep blogging!

      Hapus

Komentar Terkini