10 Februari 2014

Lukminto Berpulang, Karangan Bunga Berdatangan

Berpulangnya pendiri sekaligus pemilik, PT Sri Rejeki Isman (Sritex), H.M. Lukminto di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada 5 Februari lalu, ternyata menorehkan fenomena tersendiri di sekitar rumah duka Tiong Ting Solo, di mana jenazah pemilik perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut disemayamkan. Pasalnya sejak jenazah H.M. Lukminto disemayamkan di rumah duka Tiong Ting, Jumat (7/2) lalu, ucapan duka berwujud karangan bunga dari banyak kalangan terus menerus berdatangan dan membanjiri halaman depan rumah duka Tiong Ting. Bahkan, menurut pantauan penulis di lokasi, karangan-karangan bunga tersebut sampai harus diletakkan berjajar ke barat di sisi kanan dan kiri Jl. Kolonel Sutarto Solo, depan rumah duka Tiong Ting dikarenakan sudah tidak tersedianya tempat untuk meletakkan karangan-karangan bunga tersebut.

Selain dari masyarakat umum, karangan-karangan bunga tersebut datang dari banyak tokoh nasional, di antaranya politisi Partai Gerindra yang juga mantan Komandan Jenderal Kopassus, Prabowo, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, Kapolri, Jenderal Sutarman, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Budiman, Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Dwi Priyatno, serta Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Sedikit flashback ke tahun 1966 silam, awalnya Lukminto hanyalah seorang pedagang pakaian di Pasar Klewer, Solo. Dengan keuntungannya yang didapat, tahun 1966 Lukminto mendirikan pabrik tekstil di kota Solo. Tahun 1982, Lukminto mendirikan pabrik weaving, dan sepuluh tahun kemudian ia memperbesar pabriknya dengan produksi besar-besaran. Pabriknya mulai memporduksi pakaian militer untuk TNI/Polri serta PNS.
Ilustrasi karangan bunga berjajar rapi di sisi jalan. (Foto: okezone.com)
Tahun 1994, PT Sritex mengantongi sertifikat dari negara-negara anggota NATO untuk memproduksi seragam militernya. Setelah itu, pesanan dari negara lain pun berdatangan. PT Sritex kini memproduksi kebutuhan tekstil militer untuk sedikitnya 30 negara, di antaranya Amerika, Jerman, Inggris, Australia, Swedia, Belanda, Indonesia, Norwegia, Arab Saudi, dan lain-lain.

Rencananya jenazah pria kelahiran Jombang 1 Juni 1946 tersebut baru akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Delingan, Karanganyar pada 16 Februari mendatang.

Referensi: merdeka.com, tempo.co

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini