07 Februari 2014

Melongok Fenomena Salon Plus-plus di Kota Solo

Seperti kota-kota besar lainnya, kota Solo sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki aktivitas hampir 24 jam setiap harinya, membuat kota ini banyak menawarkan sarana ‘hiburan instan’ bagi warganya. Dan salah satu ‘hiburan’ yang dipunyai kota ini adalah layanan salon plus-plus bagi siapa saja yang membutuhkan.
(Foto: valpak.com)
Pasca penutupan lokalisasi Silir tahun 1998 melalui SK No. 462.3/09/1998, prostitusi di kota Solo menjadi berkembang di beberapa titik di kota Solo, yaitu di antaranya di Kestalan, Gilingan, dan Kerten. Praktik-praktik prostitusi tersebut telah menyelubung ke dalam bentuk-bentuk usaha seperti di penginapan, losmen, hotel kelas melati, hotel berbintang, hingga dalam skala kecil seperti salon dan pijat.

Kawasan di kota Solo yang cukup terkenal dengan keberadaan salon plus-plus ini adalah kawasan Pasar Nongko, sekitar 5 menit perjalanan ke barat dari Stasiun Solobalapan. Salon plus-plus tersebut, sama seperti salon kecantikan pada umumnya, juga menawarkan berbagai layanan untuk kedok seperti potong rambut, creambath, facial, lulur, rebonding, hingga spa. Hal tersebut tentu saja untuk menyamarkan praktik prostitusi di dalamnya.

Dari tampilan luar, cukup sulit memang membedakan antara salon biasa dengan salon plus-plus. Namun setelah berada di dalamnya, kita akan dapat membedakannya. Biasanya salon ini menyediakan layanan untuk pria dan wanita. Hal pertama yang bisa kita identifikasi adalah cara berdandan capster-nya yang bisa dibilang cukup menor.

Ketika sudah berada di dalam, baru mereka akan menawarkan semua layanan, termasuk layanan ‘tambahan’. Tak hanya penawaran di dalam salon, penawaran di luar salon pun pun biasanya mereka lakukan. Tarif yang mereka tawarkan pun tidak terlalu tinggi, yaitu berkisar antara 150 - 200 ribu termasuk kamar.

Itulah sebuah fenomena nyata yang terjadi di tengah masyarakat kita. Memang diperlukan sikap yang bijak dalam menyikapinya. Tapi yang terpenting, iman di dalam dirilah yang selayaknya menjadi benteng utama kita. Semoga bermanfaat. 

Referensi: Geliat Prostitusi Solo, Rayuan Wanita di Tempat Pijat dan Salon (merdeka.com), Berburu Praktik Prostitusi Terselubung di Kota Solo (merdeka.com)

2 komentar:

Komentar Terkini