13 Januari 2014

Telaga Claket yang Potensial

Hari Minggu, bagi seorang pekerja kantoran yang bekerja selama 6 hari dalam seminggu seperti saya, memang sangat ditunggu kedatangannya. Karena di hari tersebut kita bisa melakukan kegiatan untuk me-refresh pikiran dan raga kita yang telah kita gunakan selama seminggu untuk bekerja. Untuk me-refresh pikiran dan raga kita di akhir pekan, tak selalu butuh biaya besar. Salah satunya kita bisa mengunjungi objek-objek wisata yang dekat dengan tempat tinggal kita.

Begitu juga dengan saya, di mana hari Minggu (12/1) kemarin coba saya isi dengan berkunjung ke sebuah tempat wisata yang tak jauh dari kediaman istri saya di Kecamatan Selogiri, yaitu Telaga Claket yang terletak tepatnya di desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Lokasi Telaga Claket (Foto: Google Maps)
Akses menuju Telaga Claket memang terbilang mudah. Dari jalan raya Sukoharjo – Wonogiri (tepatnya di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo) kita hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 15 menit berkendara untuk sampai di lokasi tersebut. Bila kita lewat jalur ini, kita akan melintasi terlebih dahulu sebuah bendungan bernama Bendungan Colo yang terletak di desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Bendungan inilah yang membelah Sungai Bengawan Solo dan menghubungkan antara Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri yang dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo.
Bendungan Colo yang menghubungkan Kab. Sukoharjo dan Wonogiri. (Foto: Arie Kurniawan)
Perjalanan dari Bendungan Colo menuju Telaga Claket pun tak membutuhkan waktu lama. Sepanjang perjalanan singkat tersebut kita akan disuguhi pemandangan hutan di perbukitan yang sangat asri. Setelah sampai di Telaga Claket, hamparan telaga seluas 1 hektare dengan latar perbukitan yang hijau akan kembali membuat mata kita terpesona. Di ujung selatan danau terlihat dua perahu wisata berbentuk angsa yang bisa disewa oleh pengunjung. Namun sayang Minggu kemarin kedua perahu tersebut tidak beroperasi.
Tampak para pemancing sedang memancing di Telaga Claket. (Foto: Arie Kurniawan)
Suasana tenang di tepi danau. (Foto: Arie Kurniawan)
Minggu siang kemarin, Telaga Claket memang cukup ramai. Banyak saya temui para pemancing yang sedang memancing di danau tersebut. Ada juga muda mudi yang tengah asik menghabiskan hari Minggunya di kawasan asri di sekitar tempat tersebut.

Menurut sebuah sumber, pengelolaan dengan konsep agrowisata di Telaga Claket baru dicanangkan oleh pengelola sekitar 5 tahun yang lalu. Di sebelah selatan danau tersebut ada beberapa petak lahan yang ditanami tanaman pertanian yang dibudidayakan. Selain itu terdapat juga beberapa kolam ikan yang berfungsi sebagai tempat pemancingan berbayar. Namun di hari Minggu kemarin, fasilitas tersebut tidak sedang beroperasi. Bahkan sebuah bangunan rumah yang berfungsi sebagai kantor pengelola kawasan tersebut juga tertutup rapat tak berpenghuni. Mengingat ramainya pengunjung siang kemarin, hal tersebut sebenarnya sangat disayangkan.
Latar bukit hijau yang mempesona. (Foto: Arie Kurniawan)
Kawasan Telaga Claket sendiri menurut saya memang cukup potensial untuk digarap lebih serius dan konsisten lagi. Akses jalan menuju lokasi yang sudah terbilang bagus, menjadi nilai tambah tersendiri untuk menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata yang mempu menyejahterakan masyarakat sekitarnya. Semoga saja ada tindakan dari dinas terkait untuk lebih serius menggarap kawasan ini.

Referensi: solopos.com (Tika Sekar Arum)

1 komentar:

Komentar Terkini