16 Januari 2014

Rambu-Rambu Unik "DILARANG PACARAN"

Setelah sekian lama tidak berolahraga, Selasa (14/1) kemarin saya menyempatkan diri untuk bersepeda keliling kompleks kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta yang letaknya memang tidak begitu jauh dari kediaman orang tua saya.

Sore itu cuaca cukup cerah, namun kompleks kampus UNS sendiri cenderung sepi mengingat hari Selasa kemarin adalah hari libur nasional, sehingga aktivitas kampus secara otomatis juga libur.

Selama perjalanan menggunakan sepeda di kompleks kampus tersebut, saya menemukan cukup banyak pembangunan fisik di lingkungan kampus tersebut, di antaranya adalah telah selesainya proses pembangunan jalur khusus bagi pejalan kaki. Jalur khusus pejalan kaki ini rupanya juga telah didesain untuk para difabel, sehingga kenyamanan dan rasa lebih aman dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang gemar berjalan kaki saat ke kampus.

Selain jalur khusus pejalan kaki, di banyak sudut kosong kampus tersebut juga telah dibuat taman kecil yang ditanami berbagai macam tanaman hias. Paling tidak hal ini dapat sedikit mengurangi rasa penat para mahasiswa setelah seharian berkutat dengan kegiatan kampus.
Rambu-rambu DILARANG PACARAN di salah satu sudut kampus UNS Solo. (Foto: blogainun.wordpress.com)
Menuju ke arah boulevard depan kampus tersebut, ada satu hal yang memancing tawa saya, yaitu keberadaan rambu-rambu unik bertuliskan DILARANG PACARAN di sisi kanan dan kiri boulevard. Saya tidak tahu kapan rambu-rambu unik tersebut terpasang. Bila berkaca ke kondisi sebelum rambu-rambu tersebut dipasang, kawasan boulevard depan UNS memang sering dipakai untuk ajang ‘duduk berdua’ muda-mudi kampus. Hal inilah yang mungkin dirasa oleh pihak kampus sebagai sebuah hal yang kurang etis, mengingat boulevard depan merupakan akses utama para tamu untuk menuju kompleks kampus UNS.

Itulah hal unik yang saya temukan ketika bersepeda sore di kompleks kampus UNS, Selasa kemarin. Semoga pemasangan rambu-rambu tersebut memang tepat sasaran dan bekerja dengan efektif, sehingga ketertiban dan lingkungan kampus yang mencerminkan kehidupan yang edukatif dapat terwujud. Semoga saja.

6 komentar:

  1. di kota lain ada taman jomblo eh disitu malah ada dilarang pacaran... hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya ya. Bisa saja nanti akan ada rambu-rambu baru: SILAKAN TAARUF. Hehe

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hehe, iya udah baca dari banyak media. Btw, urang Bandung nyak?

      Hapus
  3. Kalau di Surabaya, klo pacaran biasanya sambil diskusi atau ngerjain tugas di bangku taman bersama teman-teman juga, jadi gak terlihat kalau pacaran karena ramai-ramai... :)

    BalasHapus
  4. He, itu mah belajar kelompok, Mbak...

    BalasHapus

Komentar Terkini