09 Januari 2014

Apa itu "Cocomeo"?

Beberapa waktu yang lalu, saat menyaksikan tayangan Bukan Empat Mata di Trans 7, tiba-tiba keluarlah candaan Tukul Arwana dengan mengatai para penggemarnya (yang duduk di barisan depan) dengan sebutan cocomeo (baca: co-co-me-o). Kemudian ibu saya yang juga sedang menyaksikan bilang, “Lha kok yo ngerti cocomeo” (Kok juga tahu istilah cocomeo). Nah, setelah tayangan itu ibu saya jadi sering menggunakan istilah cocomeo untuk menggambarkan sifat-sifat tertentu dari seseorang. Nah, sebenarnya apakah arti cocomeo itu?
Bukan Empat Mata. (Foto: nwees.wordpress.com)
Jika ditilik dari konteks istilah yang digunakan ibu saya, cocomeo bisa dipakai sebagai pengistilahan untuk menyebut orang-orang dengan sifat yang cenderung banyak bicara namun tanpa kenyataan. Orang yang hanya besar mulut namun pengecut sangat pas bila diistilahkan dengan istilah cocomeo ini.

Suatu ketika saya pun mencoba googling tentang istilah cocomeo ini. Dari situ ada sebuah sumber di kolom komentar blog yang menyebutkan bahwa cocomeo merupakan kata dalam bahasa Jawa yang tidak memilikli arti yang spesifik, namun menjurus pada sifat cerewet, besar omong, tukang mengadu, dan suka mengoceh seperti burung beo.

Itulah istilah cocomeo yang sudah langka. Saya bilang langka karena sangat sedikit orang yang menggunakan dan mengerti maksud istilah ini. Dan rasanya akan bagus bila istilah tersebut dimunculkan lagi, agar kata-kata unik yang menjadi kekayaan bahasa di Indonesia ini tidak punah. Anda mau mencoba?

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini