16 Desember 2013

"Sayur Lompong", dan Kenangan tentang Nenek

Sore kemarin, saya sempat berbincang dengan istri tentang masakan favorit kami sewaktu kecil. Dari situ ternyata ada kesamaan kesukaan akan masakan semasa kami kanak-kanak, yaitu sayur lompong.

Lompong adalah istilah orang Jawa untuk menyebut tumbuhan keladi (Caladium) atau talas. Tumbuhan lompong ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan memiliki jenis yang beragam, namun jenis yang biasa diolah dan dibuat sayur adalah jenis lompong sayur yang memiliki batang berwarna putih dan biasa ditanam oleh petani. Bagian batang tumbuhan inilah yang dibuat sayur. Di perkotaan mungkin kita akan sedikit kesulitan menemukan lompong jenis ini, namun di pasar-pasar tradisional di pedesaan, kita masih bisa mendapatkannya dengan mudah dan harga yang murah.

Entah sudah berapa tahun tepatnya saya tidak menikmati sedapnya sayur lompong ini. Biasanya dulu sewaktu masih tinggal di daerah, yaitu Kabubaten Grobogan sekitar akhir 80-an, nenek sayalah yang sering membuatnya untuk saya. Sewaktu kecil saya memang pernah beberapa tahun diasuh oleh nenek, jadi beliaulah yang mengenalkan saya dengan sayur lompong ini. Biasanya nenek dulu mengolah batang lompong ini dengan santan. Tekstur batang yang lembut dan berongga memudahkan meresapnya bumbu-bumbu ketika dimasak, hal inilah yang membuat batang lompong ini lezat dan lembut di lidah ketika dibuat sayur.
Sayur lompong yang menggugah selera. (Foto: diahdidi.com)
Dan sekarang, hampir 25 tahun berlalu, ada kerinduan tersendiri bila mengingat masakan tersebut. Tak hanya rindu akan sedapnya sayur lompong, tapi juga kerinduan akan masa-masa tersebut bersama nenek saya. Semoga selalu sehat, Nek.

Referensi: blogwadung.blogspot.com, hanymauridatul.blogspot.com

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini