12 Desember 2013

Pecas Ndahe Masih Punya Pesona (Review Pentas Ultah ke-20 Pecas Ndahe)

Bagaimana bila musik humor dipadu dengan orkestra? Jawabnya ada pada pentas ulang tahun ke-20 Pecas Ndahe semalam (11/12). Acara yang digelar di pendopo Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta tersebut menyajikan penampilan spesial dari kelompok musik humor asli Solo, Pecas Ndahe, bersama beberapa pendukung acara, salah satunya adalah Suara 8 Keroncong Orchestra sebagai pengisi latar orkestrasi gelaran tersebut.
Pecas Ndahe tak kehilangan pesona. (Foto: @naserehe)
GUGUR SATU TUMBUH SERIBU dipilih sebagai tema pertunjukan karena merupakan cerminan kondisi Pecas Ndahe saat ini, di mana beberapa bulan yang lalu telah ditinggal berpulang salah satu joker andalannya, Emil Abdillah. Selain itu, off-nya Burhan semalam seolah melengkapi suasana berkabung dalam diri Pecas Ndahe.

Pecas Ndahe yang semalam terdiri atas Doel Sumbing (vokal, joker), Max Baihaqi (vokal), Wisik (vokal), Yoik (gitar akustik), Pendhek (bas), Toni (gitar), dan Tomo (drum) sengaja memakai kostum serba hitam dan backdrop panggung berwarna hitam pula. Hal ini merujuk pada tema acara yang diangkat.

Sepanjang acara, Pecas Ndahe formasi baru ini terbukti tetap mampu memancing tawa ribuan ndaser yang hadir, meski tanpa Emil dan Burhan. Joke-joke segar nan spontan yang menjadi ciri khas Pecas Ndahe, tetap muncul di sepanjang acara. Karya-karya baru pun mampu mereka tampilkan, dengan harapan proses kreatif akan terus berjalan seiring dengan berbagai pembenahan dalam kelompok ini. Tentu saja semua berharap begitu.

Dan akhirnya, sekali lagi selamat ulang tahun Pecas Ndahe, teruslah berkarya!

Referensi: timlo.net

2 komentar:

  1. wah, pecas ndahe dulu pernah tampil di sma saya... jaman perpisahan dulu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, begitu ya.. Punya penikmat juga mereka di Jogja.

      Hapus

Komentar Terkini