26 Desember 2013

Mantapnya Pelayanan Dispendukcapil Kota Surakarta

Banyak orang bilang, mengurus administrasi kependudukan dan catatan sipil itu rumit dan berbelit, sehingga banyak dari kita yang enggan mengurusnya sendiri dan lebih memilih menggunakan jasa perantara atau calo. Di kota Solo, hal tersebut adalah cerita lama yang sudah mulai dilupakan para warganya. Sejak dipimpin oleh Walikota Joko Widodo beberapa tahun silam, sistem birokrasi yang rumit dan membuang banyak waktu sengaja dibuang jauh-jauh dari lingkungan Pemkot Solo. Dan kini, di era kepemimpinan Walikota F.X. Hadi Rudyatmo, tradisi tersebut rupanya masih dipertahankan dan diteruskan.
Balaikota Surakarta. (Foto: solopos.com)
Paling tidak sepeti itulah yang saya rasakan ketika menemani seorang kerabat yang sedang mengurus surat pindah antarkabupaten/kota, Senin (23/12) kemarin. Setelah semua urusan dan persyaratan lengkap, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, dan kecamatan, kami harus menyerahkan satu bendel berkas dari kecamatan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surakarta di kompleks Balaikota Surakarta guna mendapatkan Surat Keterangan Pindah WNI yang nantinya akan dipakai untuk mengurus berkas kepindahan di kabupaten/kota tujuan.

Setelah tiba di kantor Dispendukcapil Kota Surakarta, kami diharuskan mengambil nomor antrean otomatis dengan cara menekan tombol yang tersedia di mesin antrean. Saat itu, ada 3 tombol yang bisa digunakan yang masing-masing mewakili 3 buah loket antrean. Tombol A digunakan untuk mengambil nomor antrean untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), tombol B digunakan untuk mengambil nomor antrean untuk mengurus surat pindah/datang, serta tombol C digunakan untuk mengambil nomor antrean untuk mengurus akta kelahiran.

Setelah mendapatkan nomor antrean, kami pun menunggu giliran nomor kami dipanggil oleh mesin pemanggil antrean otomatis. Selama menunggu, mesin pemanggil otomatis tak henti-hentinya memanggil nomor-nomor yang sedang mengantre, hal ini menandakan bahwa pelayanan di loket-loket tersebut tidak memakan banyak waktu. Tersedianya akses WiFi gratis di ruang tunggu tersebut seakan menambah kenyamanan para pengantre dalam menunggu giliran. Akses WiFi gratis tersebut bisa Anda akses dengan nama akun: DisPenduk serta username dan password: dispenduk.

Selain kemudahan-kemudahan tersebut, di dinding sebelah barat ruang tunggu tersebut juga sengaja dipampang daftar tarif retribusi dan denda akta catatan sipil dan pendaftaran penduduk menurut Perda No. 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah serta Peraturan Walikota Surakarta No. 11 Tahun 2011. Hal tersebut untuk mencegah adanya pungutan liar yang dilakukan oleh petugas.

Itulah kesan singkat saya mengenai layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Meski ada beberapa kekurangan, semisal terlambatnya pembukaan loket sekitar 10 menit serta sempitnya ruang tunggu, secara keseluruhan pelayanan Dispendukcapil Kota Surakarta menurut saya cukup baik. Dengan harapan peningkatan kualitas pelayanan harus terus dilakukan oleh kantor ini dan barangkali kantor-kantor pelayanan publik lainnya yang ada di lingkungan kota Surakarta.

Referensi: dispendukcapil.surakarta.go.id

1 komentar:

  1. Ya harusnya urus apa2 gampang sekarang. Surat akta ganti nama saya ilang karna banjir. Sy tinggal di jak. Th lalu pulkam karna keterbatasan wkt tpaksa minta jasa calo sutarti namanya. Dandannya menor. Uang sudah dia bawa 7 ato 800 rb. Sampe skrg ga ada khabar. Lalu saya mao bikin visa perlu akte itu lagi. Kembali saya minta sdr urus. Eh yg dihubungin ibu tarti itu lg. Hari ini saya merasa di kadali. Kemarin bil sudah jd tinggal ambil bayar 300rb. Hr ini katanya kantor tdk bisa keluarkan turunan nya. Sebagai ganti diberi foto copy yg ibu tarti bawa dilegalisir kantor.
    BETAPA JAHATNYA ORANH MACAM INI. Mempermainkan org yg mmg mengharapkan bantuannya

    BalasHapus

Komentar Terkini