19 Desember 2013

Deklamasi di Tengah Lagu, Ciri Lagu Pop Era 80-an

Ada cukup banyak lagu nostalgia yang tersimpan di hardisk komputer kerja saya. Lagu-lagu tersebut saya kumpulkan dari hasil download, hasil copy dari teman, serta beberapa adalah hasil mentransfer dari CD. Menurut sebuah artikel di anneahira.com, lagu nostalgia adalah lagu yang mampu membangkitkan kenangan atau ingatan di masa lampau. Masa lampau merujuk pada periodisasi pada kurun waktu tertentu. Anggapan sebuah lagu nostalgia tergantung pada zaman kehidupan yang dijalani seseorang. Namun dalam kenyataan di masyarakat, lagu nostalgia identik dengan lagu-lagu yang dirilis di tahun 80-an.
Obbie Messakh. (Foto: kapanlagi.com)
Merujuk pada penjelasan di atas, lagu-lagu pop era 80-an, menurut saya memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dipunyai oleh lagu-lagu dari era lain, yaitu adanya deklamasi atau dialog di awal dan atau di tengah-tengah lagu. Ciri tersebut tampak pada beberapa lagu ciptaan Obbie Messakh yang menjadi hits dan sampai sekarang masih mendapat tempat di hati para penggemar lagu-lagu era 80-an. Dan berikut adalah 5 lagu nostalgia (tak hanya dari tahun 80-an) pilihan saya yang memiliki deklamasi atau dialog di awal maupun di tengah lagu.
  • Antara Benci dan Rindu (1986). Lagu ini diciptakan oleh Obbie Messakh dan dilantunkan oleh Ratih Purwasih (baca juga tulisan tentang lagu ini di sini). Lagu melankolis ini memuat deklamasi yang berupa kata-kata di tengah lagu dan dilafalkan sendiri oleh penciptanya, Obbie Messakh.
  • Jangan Ada Dusta di Antara Kita (1996). Lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita terdapat pada album dengan judul yang sama milik Broery Marantika yang dilantukan berdua dengan Dewi Yull. Album tersebut dirilis tahun 1996 dan pada tahun 2009 pernah dibawakan ulang oleh Angkasa Band dan dijadikan single. Lagu tersebut memiliki deklamasi pendek di tengah-tengah lagu.
  • Telepon Rindu (1986). Lagu Telepon Rindu diciptakan oleh Obbie Messakh dan dinyanyikan oleh Nani Sugianto yang merupakan adik kandung Iis Sugianto. Lagu ini terdapat di album Telepon Rindu di tahun 1986. Di lagu ini terdapat dua kali dialog, yaitu di awal dan di tengah lagu
  • Bangku Tua Jadi Saksi. Saya belum mempunyai informasi siapa pencipta dan tahun berapa lagu ini dirilis. Namun menurut penelusuran saya via Google, lagu ini versi aslinya dibawakan oleh Dewi Purwati dan yang banyak terdapat di situs-situs penyedia mp3 adalah milik Maya Angela.
  • Curiga. Lagu ciptaan Wahyu WHL ini dinyanyikan oleh Lola Pitaloka di era 90-an. Lagu yang menceritakan kecurigaan istri terhadap suaminya karena sering pulang malam ini memuat deklamasi pula di tengah-tengah lagunya.
Itulah lima lagu nostalgia yang memuat unsur deklamasi/dialog di dalam lagunya. Deklamasi/dialog tersebut semakin menambah keindahan lagu-lagu tersebut dan semakin menguatkan lagu tersebut sebagai penanda kenangan. Semoga bermanfaat.

Referensi: anneahira.com, id.wikipedia.org, youtube.com 

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini