21 November 2013

Syahdunya Hujan dalam 5 Lagu Tembang Kenangan

Masih membahas tentang hujan, di kesempatan kali ini saya ingin menulis tentang tembang-tembang kenangan Indonesia yang bernuansakan hujan. Hujan yang turun kerap dijadikan sumber inspirasi bagi banyak orang, termasuk para pencipta lagu-lagu berikut. Menikmati hujan yang turun, selain kopi atau teh hangat, beberapa lagu lama nan melankolis pun dapat kita jadikan teman. Dan berikut lima lagu Indonesia lama yang sangat cocok bila kita dengarkan sembari menikmati turunnya hujan.

Antara Benci dan Rindu (Ratih Purwasih)
Lagu ciptaan Obbie Mesakh inilah yang melambungkan nama Ratih Purwasih sebagai seorang penyanyi. Berkat album Antara Benci dan Rindu (rilis tahun 1986) di mana lagu ini termuat, nama Ratih Purwasih seakan diidentikkan dengan lagu sendu ini. Lirik awal yang catchy, “Yang, hujan turun lagi …” menjadikan lagu ini digemari banyak kalangan hingga kini.
Ratih Purwasih. (Foto: tribunnews.com)
Hujan di Polonia (Iin Bimbo)
Lagu Hujan di Polonia ini konon diinspirasi oleh tragedi kecelakaan Garuda di bandara Polonia, Medan, pada 4 April 1987. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang sedang menunggu kedatangan sahabat lamanya di bandara Polonia, kota Medan. Secara tersurat, dipaparkan hujan turun dengan lebatnya saat itu.

Tetes Hujan di Bulan April (The Favourite's Group)
Lagu pop sedih ini pernah dibawakan oleh beberapa penyanyi, termasuk Mus Mulyadi yang juga merupakan personil The Favourite's Group bersama A. Riyanto. Lagu ini termuat dalam album The Favourite’s Group Vol 3. Selain Mus Mulyadi, penyanyi Betharia Sonata juga pernah membawakan ulang lagu ini.

Sepanjang Jalan Kenangan (Tetty Kadi)
Lagu ini diciptakan oleh A. Riyanto yang juga merupakan sepupu Tetty Kadi di tahun 60-an. Rekaman pertamanya beredar tahun 1966 yang diiringi oleh Zaenal Combo band bersama delapan lagu karya A. Riyanto yang lain seperti Pulau Seribu, Bunga Mawar, Ayah dan Ibu, Habis Gelap Terbitlah Terang, Teringat Selalu, Si Kura-Kura, dan Alam Desa.

Desember Kelabu (Maharani Kahar)
Lagu ciptaan A. Riyanto ini pernah dibawakan ulang oleh Yuni Shara di tahun 1997. Berkat hal tersebut, sebagian masyarakat mengira bahwa lagu Desember Kelabu adalah lagu milik Yuni Shara. Padahal, lagu ini pertama kali diabawakan oleh Maharani Kahar, seorang penyanyi tahun 80-an kelahiran Surabaya, 13 April 1958.

Itulah 5 lagu nostalgia bernuansa hujan terbaik versi saya pribadi. Barangkali Anda mengoleksi salah satu darinya, tak ada salahnya Anda coba pasang kembali di playlist Anda sambil memaknai hujan yang turun kali ini.

Referensi: id.wikipedia.org, sumartono.ucoz.com

2 komentar:

Komentar Terkini