01 November 2013

Mengenal Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede Solo

Kawasan Pasar Gede Solo dikenal sebagai kawasan di kota Solo yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Tionghoa. Maka tak heran bila setiap tahunnya, perayaan Imlek di kota Solo selalu dipusatkan di kawasan ini.

Salah satu yang menjadi landmark Pasar Gede, selain bangunan Pasar Gede dan tugu jamnya, adalah bangunan klenteng yang terletak tepat di depan Pasar Gede Solo. Istilah klenteng diambil dari suara lonceng yang berbunyi saat diselenggarakannya upacara.

Klenteng Pasar Gede Solo mempunyai nama asli Klenteng Tien Kok Sie, sebagai rumah ibadah tempat memuja Awalokiteswara (bodhisatwa yang merupakan perwujudan sifat welas asih dari semua Buddha.). Klenteng ini awalnya berada di Kartasura, sebuah wilayah di sebelah barat kota Solo, yang kemudian dipindah seiring pembangunan Keraton Surakarta pada tahun 1745.
Tien Kok Sie tempo dulu. (Foto: pojokzen.blogspot.com)
Klenteng Tien Kok Sie menempati lahan seluas kurang lebih 250 meter persegi. Klenteng ini mempunyai beberapa ruangan, yaitu pelataran depan, ruang thia, ruang sien bing, dan bangunan rumah tangga penjaga klenteng. Ruang thia dan ruang sien bing merupakan ruang pemujaan. Dalam ruang pemujaan terdapat beberapa altar dan meja untuk persembahan kepada dewa-dewa.

Awalnya klenteng ini dibangun sebagai rumah ibadah golongan Tionghoa pribumi dari keluarga keraton, dan sistem kepengurusannya pun diwariskan secara turun-temurun. Namun setelah pada generasi ke-3 merasa kewalahan dalam mengurusnya, maka kepengurusan klenteng pun diperbantukan pada Yayasan Sangha. 

Klenteng Tien Kok Sie seperti layaknya bangunan klenteng yang lain, juga memiliki ciri khas bentuk bangunan, ornamen, maupun arsitekturnya dan klenteng ini pun masuk dalam daftar Benda Cagar Budaya (BCB). Sampai saat ini, para pengurus klenteng belum pernah mengganti bentuk klenteng, hanya saja ada penggantian cat yang telah using dimakan cuaca. Namun, keberadaan bangunan tinggi di kanan dan kiri klenteng membuat keindahannya seolah-olah tertelan kemajuan zaman.

Jika Anda sedang di Solo, silakan menyempatkan diri berkunjung ke klenteng bersejarah ini.

Referensi: arkeologi.web.id, id.wikipedia.org

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini