14 Oktober 2013

Filosofi di Balik Rias Pengantin Wanita Jawa

Dalam masyarakat Jawa, setiap hal kecil yang sepertinya sepele justru menyimpan makna filosofi yang mendalam. Contohnya adalah riasan pengantin Jawa, terutama wanita. Ciri yang menonjol dari riasan pengantin wanita Jawa adalah warna hitam pada dahi yang disebut paes. Paes adalah simbol kecantikan seorang wanita Jawa. Paes juga merupakan penanda kedewasaan seorang wanita.
Paes ageng gaya Solo. (Foto: swantinadyas.blogspot.com)
Hiasan paes ini memiliki empat cengkorongan (lekukan) yang bernama gajahan/penunggul, pengapit, penitis, dan godheg.
  • Gajahan/penunggul menggambarkan sesuatu yang baik, dengan harapan wanita akan selalu dihormati dan ditinggikan derajadnya.
  • Pengapit merupakan lambang mendampingi, yaitu yang mengontrol hiasan gajahan/penunggul, agar jalannya selalu lurus dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
  • Penitis adalah lambang bahwa segala sesuatu itu harus tepat sasaran (bahasa Jawa: titis). Artinya seorang istri dalam menentukan segala sesuatunya harus tepat, termasuk tepat guna dalam mengatur anggaran rumah tangga.
  • Godheg mempunyai makna agar kedua mempelai selalu introspeksi diri dan agar dalam melaksanakan segala sesuatunya tidak dilakukan dengan gegabah dan terbur-buru.
Referensi: dari berbagai sumber

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini