28 September 2013

Resign Berjamaah, Fenomena Apa Ini?

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, tercatat ada lima orang di ‘pabrik’ tempat saya bekerja yang memutuskan untuk resign. Bagi saya, hal tersebut merupakan sesuatu yang agak di luar kebiasaan, mengingat waktu sebulan merupakan tempo yang singkat, hingga kemudian memunculkan tanya dalam benak saya. Fenomena apa ini?
Alasan gaji menjadi alasan utama seseorang untuk resign. (Foto: morganmckinley.ie)
Seseorang yang memutuskan resign dari lingkungan kerjanya, tentu saja mempunyai alasan kuat dan matang. Dan setelah saya mencoba mencari dan membaca artikel-artikel tentang alasan seseorang memutuskan untuk resign, ditemukan hasil bahwa paling banyak berkaitan dengan masalah gaji, fasilitas, dan tunjangan.

Sudah tidak dapat diingkari lagi bahwa alasan gaji menjadi alasan utama kebanyakan orang resign dari pekerjaannya. Faktor gaji, fasilitas, dan tunjangan secara langsung berkaitan dengan faktor kesejahteraan. Jadi, ketika kesejahteraan tidak kunjung didapatkan, maka sudah sewajarya bila yang bersangkutan mencoba berpikir lagi dan mencari kesejahteraan di tempat lain (resign) atau dengan berwiraswasta sendiri. 

Jadi kalau boleh saya mengambil simpulan sederhana, maraknya gelombang resign belakangan ini di pabrik tempat saya bekerja, merupakan indikator gagalnya pabrik tersebut dalam menyejahterakan karyawannya. Dan fenomena resign berjamaah tersebut, seharusnya menjadi evaluasi bagi pabrik yang bersangkutan. Konsep ‘masa depan’ yang selama ini dipegang sebagai slogan, seharusnya mencakup masa depan karyawan pula, di samping masa depan pabrik, dan bangsa.

Referensi: alamatur.com

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini