25 September 2013

Jalan Raya Solo–Sukoharjo dan Nostalgia Bersepeda

Keramaian dan lalu lalang kendaraan di sepanjang jalan raya Solo – Sukoharjo, selama enam bulan terakhir telah menjadi pemandangan rutin bagi saya setiap paginya. Sebab sudah hampir tujuh bulan ini, semenjak menikah, saya bersama istri memutuskan untuk tinggal di sebuah dusun yang ada di perbatasan Wonogiri dan Sukoharjo, sedangkan keseharian saya bekerja di sebuah penerbit swasta di Kartasura. Untuk itu, mau tidak mau setiap pagi dan sore hari, saya selalu menyusuri jalan Solo – Sukoharjo ini setiap berangkat maupun pulang bekerja. 

Berbicara mengenai jalan raya Solo – Sukoharjo, beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan April 2012, saya pernah mempunyai pengalaman bersepeda seorang diri dari rumah saya di Solo, menuju ke daerah Selogiri, Wonogiri, tepatnya di seputar patung harimau yang terletak di sebelah selatan Rumah Sakit PKU Nambangan, Selogiri, Wonogiri.
Kurang lebih menempuh jarak 60 kilometer PP. (Foto: Google Maps)
Ide untuk melakukan single trip menggunakan sepeda waktu itu muncul secara tiba-tiba ketika saya sedang berada di area Solo Car Free Day, Jl. Slamet Riyadi Solo. Berkat rasa penasaran saya akan wilayah Solo Raya bagian selatan waktu itu, saya pun membulatkan tekad untuk bersepeda seorang diri ke sana. Dengan menggunakan sepeda merek Federal milik saya, saya memulai 'petualangan' tersebut sekitar jam 8 pagi dari kawasan Nonongan, Solo.

Perjalanan menggunakan sepeda di awal ‘petualangan’ terasa sangat menyenangkan mengingat matahari belum begitu menyengat saat itu. Dan kondisi ini pun perlahan berganti setelah saya sampai di sekitar tugu Adipura Sukoharjo, di mana sengatan matahari semakin panas saya rasakan

Secara keseluruhan, pengalaman ini saya tempuh dalam waktu 4 jam. Berangkat jam 8 pagi dari area Solo Car Free Day dan sampai kembali di rumah jam 12 siang. Perjalanan ini total menghabiskan biaya Rp6.500,- untuk keperluan membeli minuman di tiga tempat berbeda, yaitu untuk sebotol air mineral dingin di sebuah minimarket di kawasan Pasar Nguter Sukoharjo, untuk segelas es degan di kawasan Kepuh Sukoharjo, juga untuk segelas es teh manis di sebuah warung di kawasan Gladak Solo.

Rasa lelah dan panas seolah terobati oleh kepuasaan batin saya, karena memang bersepeda adalah salah satu kegemaran saya, dan semoga saya mampu mengulanginya di lain waktu. Semoga saja.

1 komentar:

  1. mampir ke warung abc depan smansa sukoharjo. mantap... http://warung-abc-sukoharjo.blogspot.com/

    BalasHapus

Komentar Terkini