29 Juli 2013

Nastar dan Kastengel, Hidangan Wajib di Hari yang Fitri

Tanpa terasa bulan Ramadhan sebentar lagi berakhir. Berbagai aktivitas untuk menyambut Idul Fitri pun sudah mulai dilakukan oleh masyarakat kita. Mulai dari memilih-milih pakaian untuk dipakai di hari Lebaran, sampai pada aktivitas membuat sendiri kue-kue yang nantinya akan dihidangkan di Hari Yang Fitri nanti. Memang, pada masyarakat Indonesia, Idul Fitri identik dengan berbagai macam hidangan dan makanan di sela-sela suasana hangat antaranggota keluarga.
Nastar keranjang. (Foto: ryan-isra.net)
Di antara aneka hidangan Lebaran tersebut, barangkali kue nastar dan kastengel-lah yang paling populer dan paling sering disediakan di rumah-rumah yang merayakan Lebaran. Nastar adalah sejenis kue kering yang terbuat dari adonan tepung, mentega, dan telur yang diisi dengan selai buah nanas. Nastar berasal dari kata Belanda, ananas dan tart. Kue ini berbentuk bulat-bulat berdiameter sekitar 2 cm, dan di atasnya sering dihiasi dengan potongan kecil kismis atau cengkih. Di era kini, nastar telah dimodifikasi dengan selai dari buah-buahan lain, seperti strowberi, bluberi, dan sebagainya. Nastar biasa dijual dalam kemasan toples plastik di toko-toko kue atau swalayan-swalayan. 

Tak jauh berbeda dengan nastar, kastengel juga merupakan kue yang cukup populer di dalam perayaan Idul Fitri. Kue ini dibuat dengan dipanggang menggunakan oven. Bentuknya sebesar jari dengan panjang sekitar 5 cm. Bahan pembuatnya pun mirip dengan nastar, hanya saja adonan kastengel menggunakan keju (akan lebih baik bila menggunakan keju tua dari Belanda). 

Kastengel berasal dari kata Belanda kaas yang berarti keju dan stengels yang berarti batangan. Oleh karena itu disebut kaasstengels atau batangan keju dan sekarang dikenal dengan kastengel. Melihat dari asal katanya, barangkali resep kue-kue tersebut mulanya dibawa oleh orang-orang Belanda yang pernah menjajah negara kita, hingga kemudian mengalami penyesuaian dengan selera masyarakat lokal Indonesia. 

Akhirnya, selamat mempersiapkan Lebaran bagi Anda, mohon maaf lahir dan batin. 

Referensi: Wikipedia, wawasanyangtakterlupakan.blogspot.com

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini