24 Juni 2013

Pagoda Mojosongo, Sebuah Nostalgia

Belakangan marak diberitakan, terutama di media-media lokal Solo, tentang penemuan bangunan mirip pagoda di kompleks kampus ISI (Institut Seni Indonesia) yang berada di jalan Ring Road Utara, Mojosongo, Solo. Ada beberapa pendapat yang mencoba menerangkan tentang keberadaan bangunan tersebut. dan yang terbaru adalah pendapat dari Humas Klenteng Pasar Gede Solo, Lian Hong Siang, yang menyebutkan bahwa bangunan mirip pagoda tersebut adalah miniatur pagoda yang dulu memang sengaja didirikan oleh penganut Tri Dharma, mengingat areal sekitar “pagoda” tersebut dulunya adalah pemakaman warga Tionghoa. Meski begitu belum ada kepastian kapan bangunan itu ada, hanya saja menurut banyak pihak yang dikuatkan oleh kesaksian penduduk sekitar, bangunan tersebut bisa dipastikan sudah sejak lama ada di areal tersebut dan diperkirakan sudah berdiri sejak 100 tahun yang lalu. 
Letak pagoda yang tersembunyi di tengah semak pohon jati. (Foto: Arie Kurniawan)
Terlepas dari segala teori dan pendapat di atas, bagi saya bangunan mirip pagoda tersebut seakan membawa kembali memori masa kecil saya dulu. Ya, bangunan tersebut memang sudah ada ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, yaitu sekitar 20 tahunan yang lalu. Banyak teman-teman masa kecil saya dulu yang sering bermain-main dan berburu jangkrik di sekitar pagoda mini tersebut, bahkan cerita misteri tentang bangunan tersebut pun sudah menjadi rahasia publik di antara kami, anak-anak kala itu.
Masih terlihat megah meski kurang terawat. (Foto: Arie Kurniawan)
Dahulu, akses dari kampung kami menuju pagoda tersebut bisa dibilang cukup menantang, pasalnya kami harus menyeberangi sungai untuk bisa sampai di perbukitan di mana "pagoda" itu berdiri. Tapi sekarang keberadaan jembatan yang menghubungkan antara kampung Gulon dengan kampung Mipitan, tepatnya di Jalan Mojo, dekat kompleks Kuburan Tiongkok Mojo, telah memudahkan masyarakat untuk menjangkau kawasan tersebut dari arah selatan. 

Apapun temuan tentang pagoda tersebut nantinya, harapan saya semoga bisa dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik untuk kebaikan bersama. Entah sebagai taman atau sebuah objek wisata yang unik di kawasan Mojosongo dan kota Solo pada khususnya.

Referensi: travel.okezone.com

2 komentar:

  1. Dari gerbang ISI ring road masuk, lalu arahnya ke mana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuk saja Mbak ke kompleks ISI, ada di halaman belakangnya...

      Hapus

Komentar Terkini