29 Juni 2013

Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga

Judul tersebut adalah penggalan lirik lagu tema sinetron Keluarga Cemara yang pernah ditayangkan oleh dua stasiun televisi swasta Indonesia. Semula ditayangkan di RCTI (1996-2002) dan kemudian dilanjutkan oleh TV7, yang sekarang berubah menjadi Trans 7 (2004-2005). Sinetron tersebut adalah adaptasi dari novel cerita anak-anak dengan judul yang sama, karangan Arswendo Atmowiloto. Keluarga Cemara bercerita tentang sebuah keluarga Indonesia yang menjalani kehidupan dengan penuh kekhlasan dan kesederhanaan. Tokoh Abah dalam cerita tersebut adalah seorang pengusaha kaya yang mendadak jatuh miskin, dan kemudian harus menjalani pekerjaan sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 
Ilustrasi Keluarga Cemara. (Foto: wijayanti.blog.ugm.ac.id)
Kali ini saya tidak akan mengulas tentang sinetron tersebut, hanya saja saya tertarik dengan penggalan lirik dalam lagu tema tersebut, bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Memang benar, terlebih bila dikaitkan dengan fungsi keluarga secara sosiologis, bahwa keluarga mempunyai peran penting dalam proses sosialisasi seorang individu sebelum terjun penuh ke tengah masyarakat. Di mana di dalam keluarga, proses penanaman norma-norma telah dilakukan sejak individu masih kanak-kanak. Sehingga bila keluarga tidak mengalami disfungsi dan berjalan sesuai fungsinya dengan baik, niscaya akan dapat menciptakan pribadi-pribadi yang dikehendaki oleh masyarakat pada umumnya. Inilah contoh begitu berharganya sebuah keluarga. 

Selain sebagai penyelenggara sosialisasi yang pertama kali, sebuah keluarga juga memiliki fungsi di antaranya sebagai berikut. 
  • Merawat dan membesarkan anak-anak secara sosial, ekonomi, dan psikologis.
  • Berbagi tanggung jawab dan pembagian kerja.
  • Dukungan psikologis dan ekonomis bagi anggota keluarga.
  • Penyediaan tempat berlindung bagi keluarga.
  • Memenuhi kebutuhan batiniah individu. 
Ada yang menarik di antara kelima fungsi keluarga di atas, yaitu poin kelima, di mana keluarga juga mempunyai fungsi pemenuhan kebutuhan batiniah bagi individu. Kebutuhan batiniah di sini adalah terpenuhinya kebutuhan spiritual yang tak bisa kita ukur begitu saja dengan nominal materi. Jadi, inilah barangkali bahwa keberhargaan sebuah keluarga bisa melampaui berharganya harta yang kita punya. Boleh saja kita kaya akan harta, tapi bila kehangatan, kasih sayang, dan kebersamaan di tengah keluarga tak pernah kita rasakan, maka akan timbul ketimpangan dan kekosongan dalam jiwa kita. Unsur-unsur spiritual seperti kasih sayang, perhatian, kenyamanan, dan ketenteraman dari keluarga itulah yang tidak bisa kita beli begitu saja dengan uang.

Sudahkah Anda mencintai keluarga Anda seperti Anda mencintai diri Anda?

Referensi: hiburan.kompasiana.com, apotas.com

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini