29 Mei 2013

Tahu Kupat "Sido Mampir", Kartasura

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman kerja saya yang mengadakan ‘syukuran’ kecil-kecilan atas tercapainya suatu hal yang menjadi salah satu cita-citanya. Maka, tanpa dikomando, kami pun segera merapat ke sebuah warung tahu kupat yang ada di Jl. Slamet Riyadi, Kartasura, Sukoharjo yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kantor kami. Penunjukkan menu tahu kupat siang itu, terlontar begitu saja lewat ide salah satu teman saya. Berhubung kami berempat memang sudah tidak lama merasakan manis-pedasnya tahu kupat, maka kami sepakat untuk makan siang di warung tahu kupat di sisi selatan Jl. Slamet Riyadi tersebut. 
Tahu kupat Kartasura. (Foto: Bintang Susanto on Flickr)
Dari luar, kondisi fisik warung tersebut terkesan biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Dan dalam hal ini, cocoklah bila kita memegang teguh pepatah don’t judge a book from its cover, karena memang kita tidak boleh menarik simpulan sebelum benar-benar merasakan menu khas tahu kupat yang disajikan oleh warung tersebut. 

Memang tak ada keunikan dengan komposisi menu tahu kupat di warung tersebut. Secara umum tahu kupat khas Solo berbahan dasar irisan ketupat, tahu goreng, bakwan, mie, taburan kacang tanah dan daun seledri, lalu disiram dengan kuah dari kecap manis. Hanya saja, setelah lidah saya menganalisa, komposisi tepat kuahnyalah yang menjadi daya tariknya, selain harganya yang cukup terjangkau, yaitu Rp 4.000 untuk satu porsinya. Barangkali itulah yang menyebabkan warung ini mampu bertahan puluhan tahun lamanya. Dan bagi Anda yang berselera pedas, tak perlu khawatir, sebab kadar pedas pesanan Anda bisa Anda rekues sesuai selera. Untuk yang menginginkan masakan setengah matang pun dilayani di warung ini. 

Di akhir kesempatan makan siang kala itu, muncul sebersit pertanyaan lagi di benak saya. Kira-kira apa yang menyebabkan pedagang tahu kupat mempunyai keseragaman warna gerobaknya, dalam hal ini hijau dengan kombinasi merah? Apa mungkin satu waralaba? Ataukah …

Referensi: andarastuti.blogspot.com

2 komentar:

  1. Kalau gerobak bakso atau mi ayam, warnanya nggak seragam ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mie ayam udah gk seragam... Yang masih tuh rujak/lotis, masih seragam.. :P

      Hapus

Komentar Terkini