11 April 2013

Bangga Menjadi Penglaju

Sudah 2 minggu lebih ini, tiap berangkat dan pulang kerja, saya harus menempuh jarak yang tidak seperti biasanya. Pasca menikah, saya tinggal di kampung halaman istri saya yang terletak lebih kurang 35 kilometer dari tempat saya bekerja. Sebuah jarak tempuh yang awalnya bagi saya terasa cukup jauh, namun perlahan saya pun terbiasa juga dengan jarak 2 x 35 kilometer ini setiap harinya. 
Para penglaju melintas di Jl. Yos Sudarso, Solo. (Foto: solopos.com)
Sebelum menikah, setiap hari saya menempuh jarak 15 kilometer tiap berangkat atau pulang kerja, karena memang tempat tinggal saya sebelum menikah hanya terletak di ujung timur Kota Solo, sedangkan tempat saya kerja berada di ujung barat Kota Solo. 

Menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer setiap hari pasti ada suka dan dukanya. Dukanya tentu saja rasa lelah di perjalanan yang belum biasa saya alami. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa lelah karena perjalanan itupun bisa saya atasi dengan istirahat yang cukup dan makan makanan yang bernutrisi. 

Selain rasa lelah, urusan biaya perjalanan (bensin) juga tidak bisa saya abaikan begitu saja. Bisa dibilang anggaran untuk mengisi bensin naik dua kali lipat bila dibandingkan dengan ketika saya masih lajang. Belum lagi kondisi cuaca yang terkadang tidak bersahabat sewaktu pulang kerja serta kondisi jalan yang tidak semuanya bagus, menjadikan hal tersebut cukup menjadi catatan tersendiri bagi saya. 

Di balik sisi negatif tersebut, tentu ada juga sisi positifnya. Sadar tiap hari harus menempuh jarak yang tidak dekat, saya menjadi rajin mengecek kondisi motor saya. Sebuah hal yang kadang saya lalaikan sewaktu masih lajang dulu. Selain itu, mau tidak mau saya juga harus belajar banyak tentang safety riding alias berkendara yang baik dan aman, mengingat dua jam setiap hari, waktu saya habis di perjalanan. Dan satu hal yang paling penting dari pengalaman saya ini, adalah bahwa saya masih merasa sangat beruntung dan bersyukur dengan kondisi ini mengingat di jalanan ternyata saya masih banyak menjumpai para pengalaju (komuter) yang harus menempuh jarak lebih jauh dari saya dan terkadang harus bergonti-ganti kendaraan umum untuk sampai ke tempat kerja. Jadi bila Anda juga seorang penglaju, berbanggalah dengan pengalaman Anda saat ini seperti apapun itu. Bravo para penglaju!

4 komentar:

  1. oh, pengantin baru ya? Selamat :)

    Coba ya ada kendaraan umum yang nyaman yang lewat depan rumah sampai depan kantor hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.... malah aku berharap ada jalan tol gratis juga.. di depan rumah smp depan kantor..

      Hapus
  2. Saya juga penglaju mas, cuma 13 km sekali jalan, tapi melintasi jalur macet ibu kota :')

    Sepertinya perlu dikaji pengadaan transportasi massal berupa kereta/railbus komuter untuk mengurangi beban jalan raya dari dan ke Solo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bisa stress sebelum sampe tempat kerja tuh.. hehe

      Hapus

Komentar Terkini