11 Januari 2013

Dangdut Koplo, Sera, dan Via Vallen

Munculnya sebuah tren musik di tengah masyarakat selalu memunculkan nama baru sebagai pengidentikkan seorang musisi/penyanyi yang mengusung jenis musik tersebut. Bagi Anda yang berdomisili di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pasti sudah tidak asing lagi dengan sebuah warna baru yang bagi sebagian masyarakat mengakui menjadi subgenre dari musik dangdut, yaitu dangdut koplo. 

Dangdut koplo sendiri sebenarnya mulai booming sekitar tahun 2000-an. Bagi sebagian kalangan, dangdut koplo adalah subgenre dari musik dangdut dengan komposisi ritme yang lebih cepat dibandingkan dangdut konvensional. Dangdut koplo pertama kali dimainkan dalam sebuah komunitas kecil di daerah pinggiran kota Surabaya pada tahun 1993, tepatnya di daerah Girilaya, lebih khusus lagi di Gang Jarak. Saat itu dangdut koplo disebut juga musik klothekan (musik patrol untuk membangunkan warga di bulan puasa). Lambat laun style permainan gendang yang rancak ini pun banyak diikuti oleh musisi-musisi lokal daerah tersebut dan berkembang sampai ke pesisir utara Jawa. Dari proses itulah yang kemudian melahirkan banyak Orkes Melayu (OM) yang memainkan musik jenis koplo ini, seperti OM Palapa, OM Monata, OM Sera (Selera Rakyat), OM Mahkota, OM Mutiara, OM RGS, serta OM Sagita.
Via Vallen live di Karanganyar. (Foto: fan page Via Vallen)
Di antara orkes-orkes tersebut, barangkali OM Sera-lah yang mempunyai penggemar cukup banyak bahkan sampai di luar wilayah Jawa Timur yang notabene menjadi basis penggemar Sera. Dan salah satu penyanyi yang ikut melejit mengikuti kepopuleran SERA adalah Via Vallen. Warna vokal yang nge-pop ditambah penampilan fisik yang menarik membuatnya mempunyai daya tarik sendiri di mata para penggemar Sera yang disebut juga Sera Mania. Sera Mania yang menjadi penggemar Via pun mempunyai sebutan sendiri, yaitu Vyanisty

Via Vallen mempunyai nama asli Maulidia Octavia, lahir di Surabaya 1 Oktober 1990. Sejak duduk di kelas 5 SD, ia sudah mulai ikut manggung ayahnya yang juga seorang musisi. Basic musiknya memang pop, namun karena saat itu di lingkungan tinggalnya sedang tren musik dangdut, maka ia pun menjajal kemampuan di panggung dangdut lokal. Di usianya yang ke-18, aksi panggungnya sudah bisa dinikmati oleh masyarakat berkat maraknya pembajakan VCD live OM Sera. Dan ternyata ini membawa berkah baginya. Ia menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas sampai saat ini.

Referensi: thecrowdvoice.com, johnenterprice.wordpress.com, kaskus.co.id

4 komentar:

  1. wah barutau aku tentang asal usul dangdut koplo yang awalnya dari Girilaya ini.
    kalo malem, sembari online biasane juga streaming Sera sama Monata biar gak ngantuk. hehe :)

    mursid.web.id

    BalasHapus
  2. penyanyinya asoy geboy mas, desahannya mendayu dayu.
    streaming di internet bikin seger mata klo malem..
    backlink juga ya ke siraija.blogspot.com
    tips dan info ciamik tokcer

    BalasHapus
  3. wah, penggemar Via Vallen ya?

    "buka sithik joss"

    :D

    BalasHapus