22 November 2012

Ultah ke-19 Pecas Ndahe, Sebuah Sajian Penuh Pesan Moral

Pentas Ulang Tahun Ke-19 Orkes Humor Aseli Solo Pecas Ndahe selesai digelar tadi malam. Acara yang didukung oleh sebuah produsen rokok dan Mongol Production ini dihelat di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Ada yang berbeda dengan penampilan Pecas Ndahe malam tadi, pasalnya dalam acara tersebut hadir pula dua eks personil Pecas Ndahe, yaitu gitaris Nurul M. dan vokalis Wisik Sunaryanto yang belakangan lebih sering tinggal di Belanda, serta tak ketinggalan seniman campursari Cak Diqin sebagai bintang tamu yang turut memeriahkan acara tersebut. 
Penampilan Pecas Ndahe di ultah ke-19. (Foto: solopos.com)
Seperti biasa di opening acara, setelah di-presenting oleh suara Burhan, acara dilanjutkan dengan sesi stand up comedy oleh Burhan sendiri. Dalam sesi itu, Burhan mengangkat fenomena gaya bahasa “alay” dengan banyolan-banyolan khasnya tentu saja. Di sela-sela Burhan ber-stand up comedy, sesekali Pakdhe Emil dan Doel Sumbing lewat sambil mencibir (maido) materi yang dibawakan Burhan. Dan konflik-konflik inilah yang menjadi sumber tawa para ndaser yang hadir. 

Di tengah acara, tentu saja musiklah yang menjadi bahan kelompok ini untuk mengocok perut para ndaser yang hadir. Sajian semalam memang lebih banyak menampilkan lagu-lagu lama hasil buah kreatif mereka di tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, bukan Pecas Ndahe namanya kalau tidak bisa memancing tawa para ndaser yang hadir. 

Dari keseluruhan acara tersebut, bila saya cermati, Burhan dan teman-teman banyak mengeksplorasi tentang tema-tema kematian yang sewaktu-waktu bisa datang menjemput kita. Mulai dari stand up comedy-nya Pakdhe Emil yang bercerita tentang sepasang suami istri yang disambar Sumber Kencono, sampai banyolan Cak Diqin tentang foto Pakdhe Emil yang dipasang di sampul buku Tuntunan Yasin. Dan barangkali inilah pesan moral yang coba diangkat oleh Pecas Ndahe, bahwa siapapun, cepat atau lambat pasti akan menjumpai kematian, maka bermusiklah sebelum kau dimusikkan. Berkaryalah selagi kita masih dapat menikmati kehidupan. 

Akhirnya, wedang jahe campur so’on, Pecas Ndahe selamat ulang tahun.

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini