19 September 2012

Keroncong Tetap Menjadi Tuan Rumah di Kota Solo

Persepsi bahwa keroncong adalah musiknya orang tua tampaknya tidak berlaku di kota Solo. Hal tersebut terbukti lewat gelaran Solo Keroncong Festival 2012 yang dihelat selama dua hari, 14 dan 15 September 2012 kemarin di kawasan night market Ngarsopuro, Solo. Pada event nasional tersebut, ditampilkan puluhan orkes keroncong dari dalam dan luar negeri yang berhasil memukau penonton yang sekitar 70% adalah kaum muda. 
Orkes Keroncong Pantai Barat. (Foto: Google)
Ada yang menarik di hari kedua pelaksanaan event tersebut, yaitu tampilnya orkes keroncong Pantai Barat dari Amerika yang hampir semua personilnya adalah bule. Mereka adalah dosen dan pengajar di University of California. Sebagian besar di antara mereka pernah menimba ilmu tentang musik di Indonesia, tetapi bukan keroncong. Mereka membawakan lagu di antaranya Fernando dan Kumanthil ning Ati.

Selain itu, di hari yang sama, tampil pula orkes keroncong Krontjong Toegoe dari Jakarta yang membawa awak yang semuanya masih belia. Mereka membawakan lagu di antaranya The Mardijkers, ABC, dan Lazy Song

Di hampir akhir acara, tampil penyanyi dengan gaya yang khas yang tenar di tahun 90-an, yaitu Rama Aiphama yang diiringi Koko Thole dan kawan-kawan menyanyikan lagu Kota Solo dan Dinda Bestari. Bang Rama yang asli Gorontalo tersebut mengaku tersanjung dan bangga melihat antusiasme warga Solo akan musik keroncong. Beliau menambahkan bahwa seharusnya acara-acara semacam Solo Keroncong Festival tersebut bisa ditayangkan live di televisi nasional. Semoga saja, Bang!

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini