20 September 2012

Bogor, antara Hujan dan Angkot

Bogor, salah satu kota yang ingin saya kunjungi saat ini. Sebuah kota di Provinsi Jawa Barat ini, setengah tahun belakangan menjadi salah satu kota yang ingin saya ketahui kabar beritanya. Bogor terletak 54 km di sebelah selatan Jakarta dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Ada beberapa julukan bagi kota berhawa sejuk ini, antara lain yang paling populer adalah julukan Kota Hujan karena memang kota ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Penyebabnya adalah karena Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, sehingga sangat kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun.
Tugu Kujang, landmark kota Bogor. (Foto: Wikipedia)
Julukan lain yang tak kalah populer bagi kota yang mempunyai hari jadi tanggal 3 Juni ini adalah Kota Seribu Angkot, pasalnya memang jumlah Angkutan Kota (Angkot) di kota Bogor hampir sama, bahkan melebihi jumlah mobil pribadi yang ada di kota tersebut. Bahkan menurut salah satu sumber, jumlah angkot ini mencapai angka 9000-an unit. Selain berdampak pada arus lalu lintas, tentu saja keberadaan angkot-angkot ini juga menyebabkan polusi udara yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Hanya saja mungkin karena iklim dan banyaknya pepohonan di kota ini, menyebabkan kota yang pada masa kolonial Belanda dikenal dengan nama Buitenzorg ini tidak begitu merasakan langsung polusi yang disebabkan oleh angkot-angkot ini. 

Itulah dua uraian saya tentang kota Bogor. Semoga kondisi tersebut lantas tidak membuat aparat terkait tinggal diam begitu saja. Sebelum semuanya bertambah parah, sudah selayaknya yang berwenang membuat sebuah sistem untuk menanggulagi dampak yang lebih buruk di kemudian hari.

Referensi: Wikipedia

4 komentar:

  1. Untung angkotnya warna ijo... sewarna sama pohon :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya, coba kalo kuning ky d Solo ...

      Hapus
  2. Hahaha embeeer... Berhenti 5 menit aja di tepi jalan, angkot yang lewat tak terhitung.

    BalasHapus

Komentar Terkini