21 September 2012

Argo Dwipangga, Saluran Cinta Solo—Jakarta

Bagi Anda yang harus sering melakukan perjalanan darat antara Jakarta—Solo atau sebaliknya, pasti sudah tidak asing, bahkan mungkin pernah memanfaatkan jasa transportasi satu ini, yaitu kereta api, lebih spesifik lagu KA Argo Dwipangga. Kereta api yang memerlukan waktu tempuh rata-rata 8 jam antara Jakarta—Solo ini pertama kali diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI pada tanggal 21 April 1998 menggunakan nama KA Dwipangga. Akan tetapi seiring dengan tuntutan pelanggan yang menginginkan penambahan KA Argo koridor Jakarta—Solo, maka KA Dwipangga sengaja didesain ulang untuk layanan sekelas KA Argo, sehingga namanya pun diganti menjadi KA Argo Dwipangga pada tanggal 5 Oktober 1998. 
Argo Dwipangga melintas di kawasan Kebasen, Banyumas. (Foto: Flickr)
Saya pernah iseng googling tentang blog yang menulis KA Argo Dwipangga ini. Hasilnya ada beberapa tulisan yang membahasnya dikaitkan dengan sisi romantisme hubungan jarak jauh beberapa pelanggannya. Memang tak bisa dipungkiri, bagi mereka yang mempunyai hubungan jarak jauh antara Jakarta (Jabotabek) dan Solo (Solo Raya), harga yang terjangkau serta waktu tempuh yang hanya 8 jam, menjadikan kereta satu ini cocok dipilih sebagai sarana pelepas rindu Anda yang aman dan nyaman ketika harus mengunjungi satu sama lain.
 
Nama Argo Dwipangga terdiri atas dua kata. Kata Argo digunakan sebagai nama dagang layanan kereta api eksekutif, sedangkan penamaan Dwipangga memang sengaja dibedakan dengan argo lainnya yang lazim menggunakan nama gunung, mengingat nama Dwipangga dirasakan sudah sangat lekat dengan pelanggan. Kata Dwipangga diambil dari nama kendaraan Dewa Indra yang berwujud gajah yang setia dan mampu melindungi pengendaranya dalam segala cuaca, sehingga menumbuhkan rasa bangga, aman, dan prestise bagi penumpangnya. 

Perjalanan Jakarta—Solo yang berjarak sekitar 576 km, ditempuh oleh kereta ini dalam waktu sekitar 8 jam, dan hanya berhenti di stasiun Purwokerto, Klaten, dan Yogyakarta. Kereta berkapasitas 400 kursi ini mempunyai delapan rangkaian kereta kelas eksekutif yang menawarkan alternatif perjalanan pada pagi hari dari stasiun Gambir hingga Solo Balapan, serta sebaliknya pada malam hari. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan Jakarta—Solo atau sebaliknya, saya pikir Anda layak mencoba 'gajah setia' satu ini.

Referensi: Situs Resmi PT. Kereta Api Indonesia

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini