01 Mei 2011

Nasi Pecel Addict

Entah apa sebabnya, saya begitu menggemari jenis masakan satu ini. Hampir tiap pagi sebelum berangkat kerja, bisa dipastikan menu inilah yang menjadi pilihan saya sebagai teman nasi untuk mengisi perut saya. Kebetulan tak jauh dari tempat tinggal saya ada seorang ibu penjual sarapan yang memasukkan menu ini ke dalam daftar menu buatannya tiap pagi. Kalau sudah begini, akan menjadi nikmat rasanya bila disandingkan dengan bakwan hangat-asin-renyah sebagai lauknya.
Nasi pecel. (Foto: Google)
Tengah hari, ketika lunch break di tempat kerja, lagi-lagi menu inilah yang menjadi favorit saya. Agak berbeda dengan yang dijual oleh ibu di dekat tempat tinggal saya, nasi pecel buatan ibu kantin di dekat tempat kerja saya ini bahan dasar pembuatnya lebih beragam dan bervariasi di setiap harinya. Kadang berbahan dasar bayam, kecipir, bunga turi, sampai daun kenikir juga mie kuning. Meski bahan dasarnya berubah-ubah setiap harinya, namun menu pecel milik ibu kantin ini memiliki benang merah yang menjadi kekuatannya, yaitu sambal kacangnya. Beliau mengaku, sambal pecelnya ini beliau buat sendiri mulai dari memilih bahannya, menumbuknya, hingga meraciknya dengan skill yang tinggi. Hal yang menjadi pembeda antara menu pecel yang satu dengan menu pecel lainnya memang terletak pada racikan sambalnya. Jadi, apapun sayuran yang menjadi bahan dasarnya, bila sambalnya berkualitas maka semua akan terasa berkualitas pula. Berani coba?

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini