02 Mei 2011

Mengenang 13 Tahun Kematian Hideto Matsumoto

Bagi para penggemar j-music, khususnya yang bergenre rock, tangal 2 Mei 1998 barangkali adalah hari yang tak akan terlupakan begitu saja. Pada hari itu salah seorang musisi yang berjasa cukup besar dalam perkembangan musik Jepang, terutama yang bergenre rock, telah meninggalkan jutaan penggemarnya. Adalah Hideto Matsumoto atau yang lebih populer dengan sebutan hide, seorang musisi yang tetap dipuja oleh jutaan fans-nya di seluruh dunia meskipun sudah 13 tahun ia meninggalkan kita. Berikut sepenggal kisah sang musisi tersebut.
Hideto Matsumoto. (Foto: image.baidu.com)
Hideto Matsumoto lahir di Yokosuka, Kanagawa pada tanggal 13 Desember 1964. Sejak remaja ia sudah akrab dengan lagu-lagu dari kelompok Kiss, sebuah band yang pertama mempengaruhinya untuk menyukai jenis musik cadas ini. Seperti kebanyakan para j-rocker, hide belajar gitar secara otodidak sejak SMP bermodal gitar Les Gibson hadiah dari neneknya.

Menginjak SMU, hide membentuk Saber Tiger, sebuah band hard rock lokal yang cukup dikenal pada masa itu. Setelah 6 tahun bubarnya Saber Tiger, lentaran perbedaan pendapat, Yoshiki dari band X menelepon hide untuk mengajaknya bergabung untuk mengisi kekosongan X. Dan pada Januari 1987, hide pun resmi bergabung dengan X.

Tahun 1992, X berubah nama menjadi X Japan, sebagai nama yang berlaku untuk dunia internasional dan menandai perubahan dalam diri band ini. X Japan pun mengalami masa-masa keemasannya, disusul dengan proyek-proyek solo para personilnya, termasuk hide.

Ketika semuanya seolah berjalan dengan baik bagi hide, kali ini X Japan mengalami masalah yang kemudian memunculkan keputusan untuk membubarkan X Japan. Setelah mengadakan press conference, X Japan melakukan konser terakhirnya di Tokyo Dome pada malam tahun baru 1997. Tak hanya fans yang menyesali perpisahan itu, para personil termasuk hide pun merasakan perasaan yang sama. Di atas stage saat Last Live Concert, hide terlihat menitikkan air mata sewaktu Yoshiki memainkan piano untuk lagu Forever Love, ini menunjukkan betapa hide mencintai X Japan.

Setelah bubarnya X Japan, hide disibukkan dengan proyek-proyek solo-nya beserta mimpi-mimpinya yang sempat tertunda. namun rencana besar itu putus di tengah jalan karena tregedi itu.

Pada tanggal 2 Mei 1998 jam 07.30, hide ditemukan sekarat di apartemennya hingga kemudian meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Semua penggemarnya terkejut, bahkan sebagian ada yang mengambil langkah ekstrim dengan mencoba mengikuti kematian hide.

Tanggal 7 Mei dilakukan prosesi sebagai penghormatan terakhir sebelum upacara pemakaman. Puluhan ribu orang telah menunggu di sisi-sisi jalan kota Tokyo yang akan dilewati iring-iringan mobil jenazah hide. Upacaranya sendiri dilangsungkan di Kuil Hongaji (kuil paling terhormat di Tokyo dan hanya melayani pemakaman orang-orang tertentu) dengan iringan piano lagu Forever Love oleh Yoshiki dan dinyanyikan oleh Toshi, mantan vokalis X-Japan. Upacara tersebut dihadiri lebih dari 50.000 orang dan disebut-sebut sebagai upacara pemakaman terbesar yang pernah ada di Jepang.

Itulah sepenggal kisah dramatis kehidupan sang musisi. Seorang musisi dan bintang besar memang sudah 13 tahun meninggalkan para penggemarnya, namun karya-karyanya akan selalu ada di hati para penggemarnya. Kepergiannya disesali oleh banyak orang, ini m,embuktikan betapa para remaja Jepang membutuhkan sosok seperti hide yang meskipun tak sempurna, ia mempu memberikan yang terbaik bagi para penggemarnya. Sehingga wajar bila generasi muda Jepang menganggap hide sebagai seorang legenda karena karya-karyanya mampu mengerakkan hari banyak orang untuk tetap berkarya. Sayounara, hide-sama.

Referensi: Animonster

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini