04 April 2011

Melawan Dinginnya Cemorosewu

Kegilaan yang tanpa direncanakan memang selalu seru dan penuh kejutan. Itulah yang terjadi dengan saya dan beberapa teman saya hari Minggu (03/04) kemarin. Rencana untuk datang di resepsi pernikahan salah satu teman kami di daerah Palur, Karanganyar ‘terpaksa’ kami tunda dulu lantaran tiba-tiba timbul pikiran gila kami untuk sedikit melencengkan sasaran ke beberapa puluh kilometer ke arah timur Palur, tepatnya Cemorosewu, Kabupaten Magetan.
Melawan dinginnya Cemorosewu. (Foto: Bima Prasty)
Dengan mengenakan kemeja, batik, dan sepatu pantofel, kami berangkat sekitar jam 1 siang. Sesampainya di Tawang Mangu, dinginnya hujan gunung, tanpa ampun menghajar kami berlima. Tiga Yamaha Mio yang kami kendarai pun ternyata mempunyai stamina yang tidak sama, alhasil aksi tukar-menukar motor pun tak bisa kami hindari. Setelah sampai di Cemorosewu, dinginnya udara dan kabut siang itu tak membuat kami lupa akan tujuan kami pada awalnya, yaitu ingin berfoto bertelanjang dada di tengah dinginnya udara Cemorosewu. Dan akhirnya sesi foto-foto pun kami gelar. Setelah tujuan kami tercapai, sekitar hampir jam 3 sore, kami pun turun gunung. Dan lagi-lagi dinginnya hujan lokal mengiringi kembalinya kami ke Solo. Sesampainya kami di dearah Ngepos (Delingan), cuaca sedikit bisa ramah kepada kami karena di tempat itu ternyata cerah. Tapi setelah memasuki Karanganyar kota, hujan deras kembali menerpa kami dan begitu seterunya sampai kami tiba di Solo.

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini