23 Februari 2010

Berhobi dengan Hati (Budidaya Kemuning)

Saya tidak tahu persis, kapan saya mulai menyukai tanaman. Menyukai tanaman itu berarti juga menyukai cara menaman dan merawatnya, atau orang banyak menyebutnya berkebun. Hobi berkebun bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan batin bila kita benar-benar menjalaninya dengan hati. Seperti pengalaman saya berikut ini.

Beberapa bulan yang lalu saya mendapat biji tumbuhan kemuning (Murraya paniculata) dari seorang kenalan saya. Beliau merekomendasikan saya untuk menanam biji tersebut karena beliau tahu saya menyukai tanaman. Kata beliau, menanam kemuning itu gampang-gampang susah, ada kalanya saat kemuning itu baru saja bertunas dan nampak sehat, bisa saja mati mendadak karena kondisi tanah yang terlampau lembap.
Benih kemuning yang sudah mulai tumbuh. (Foto: Arie Kurniawan)
Singkatnya, saya pun menanam biji-biji tersebut dalam pot kecil berisi tanah dan pupuk kandang. Awalnya saya tidak berharap banyak biji-biji itu akan tumbuh, namun pada suatu hari saya mendapati tunas-tunas kecil muncul dari tanah dalam pot itu. Sebagai tindak lanjut, maka saya pun memindahkannnya ke dalam media yang lebih bernutrisi dan tidak terlalu lembap. Dan hasilnya sekarang, empat pot kecil saya berisi tunas-tunas kemuning yang siap menghijaukan dunia.
Bunga kemuning dan buahnya. (Foto: keluargacemara.com)
Setelah tanaman kemuning berbunga, berikut cara agar tanaman kemuning terus berbunga dalam jumlah yang banyak.
  • Pertama, berilah tanaman kemuning Anda nutrisi yang cukup untuk menyuburkan tanahnya. Anda bisa memberikan campuran pupuk kandang setahun sekali di sekitar batangnya. Berikan juga pupuk NPK secukupnya.
  • Kedua, rajinlah untuk menggemburkan tanah di sekitar batangnya. Hal tersebut agar akar-akar kemuning dapat tumbuh dengan baik sehingga daya serap terhadap unsur hara menjadi maksimal.
  • Jangan lupa untuk rutin memangkas tanaman kemuning, paling tidak 4 bulan sekali. Ranting kemuning yang dipangkas akan memunculkan tunas baru, dan dari sinilah akan muncul bunga-bunga baru.
Sangat menyenangkan memang bila kita mengamati perkembangan tanaman yang kita tanam sendiri dengan tangan kita. Jadi bila kita suka mengoleksi tanaman, ada bagusnya bila kita juga menguasai cara menaman dan merawatnya. Anda tertarik? Silakan mencoba.

Referensi: Membuat Tanaman Kemuning Anda Terus Berbunga oleh Marcellus H. Jayawibawa (Kompasiana)

1 komentar:

  1. Halo Mas Arie, pohon kemuning mas bagus sekali, saya punya pertanyaan tentang pohon ini. Baru2 ini, saya dpt hadiah pohon kemuning, dan setelah seminggu, tunas baru yg tumbuuh dari batangnya jadi keliatan layu dan batangnya seperti ada kapas putih, apakah pohon ini terkena penyakit atau hama?

    Terima kasi atas nasehatnya.Yuni

    BalasHapus

Komentar Terkini