10 November 2009

Kritik Sosial di Balik Lagu "Punk Rock Jalanan"

"Jalan hidup kita berbeda, aku hanyalah punk rock jalanan,
yang tak punya harta melimpah untuk dirimu, Sayang ..."
Bagi Anda para pengguna kendaraan umum terutama bus, barangkali sudah tidak asing lagi dengan penggalan lirik lagu di atas. Penggalan lirik lagu di atas adalah penggalan lirik lagu Punk Rock Jalanan yang menjadi salah satu ‘lagu kebangsaan’ para pengamen jalanan belakangan ini. Bahkan salah satu orkes melayu di Jawa Timur mengabadikan lagu ini lewat rekaman live-nya yang sudah rapi terformat dalam mp3.
(Foto: Youtube)
Saya sendiri kurang begitu tahu dari mana datangnya lagu tersebut, namun menurut informasi dari mulut ke mulut melalui teman saya, lagu Punk Rock Jalanan ini secara tidak sengaja menjadi populer lantaran beredarnya ‘rekaman live’ lagu tersebut yang tengah dibawakan oleh beberapa anak jalanan yang sedang mengamen. Bahkan juga menurut teman saya lagi, lagu tersebut terdiri atas 2 versi dengan lirik yang berbeda. Entahlah, saya sendiri juga kurang tahu dengan kebenaran berita itu.

Seperti kebanyakan lagu-lagu pengamen lainnya, tema lagu ini juga lekat sekali dengan tema sosial jalanan selain juga tema cinta tentunya. Dari lagu ini kita bisa menangkap maksud tersurat bahwa mereka (anak-anak jalanan) selain terpinggirkan dari segi sosial pendidikan, mereka juga merasakan keterpinggiran dalam soal asmara dimana perbedaan status dan kekayaan lagi-lagi menjadi pengahalang kehidupan asmara mereka.Anda bisa mengunduh dan mendengarkan lagu Punk Rock Jalanan tersebut melalui link berikut.

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentar Terkini